Berita

Banjir Pandeglang: Warga Keluhkan Logistik Menipis, Butuh Perlengkapan Bayi dan Air Bersih Mendesak

Advertisement

Pandeglang, Banten – Warga korban banjir di Kecamatan Patia dan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Banten, melaporkan kondisi logistik yang mulai menipis setelah banjir melanda wilayah tersebut selama hampir sepekan. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengungsi.

Kebutuhan Mendesak Terungkap

Endang, salah seorang warga Patia, menyatakan bahwa stok kebutuhan pokok pangan semakin menipis. Banjir yang tak kunjung surut telah menghambat aktivitas warga dalam memperoleh kebutuhan sehari-hari.

“Stok kebutuhan logistik pangan mulai menipis,” ujar Endang pada Jumat (16/1/2026). Ia menambahkan bahwa selain pangan, warga juga sangat membutuhkan perlengkapan bayi, pakaian layak pakai (PLP), dan kebutuhan untuk ibu hamil.

“Perlengkapan untuk bayi, PLP, dan kebutuhan untuk ibu hamil, itu urgent juga,” ungkapnya, menekankan urgensi kebutuhan tersebut.

Advertisement

Krisis Air Bersih dan Ancaman Penyakit

Kondisi diperparah dengan menipisnya pasokan air bersih. Sumur-sumur warga yang menjadi sumber air utama kini tercemar dan berwarna cokelat, membuatnya tidak layak untuk dikonsumsi maupun diolah.

Muiz, warga lainnya, menjelaskan bahwa banyak warga kini kesulitan mendapatkan air bersih. “Warga mendapatkan pasokan air bersih dari sumur, sekarang air sumur berwarna cokelat nggak bisa digunakan,” katanya.

Situasi ini juga memicu kekhawatiran akan penyebaran penyakit. Sejumlah warga dilaporkan mulai menunjukkan gejala penyakit akibat kondisi sanitasi yang buruk dan kesulitan mendapatkan air bersih.

Advertisement