Berita

Banjir Landa 2.093 Hektare Sawah Banten, Pemprov Siapkan 5 Ton Bantuan Benih

Advertisement

Pemerintah Provinsi Banten melaporkan sedikitnya 2.093 hektare lahan persawahan terendam banjir akibat intensitas hujan tinggi selama beberapa hari terakhir. Dari jumlah tersebut, 178,5 hektare dinyatakan gagal panen atau puso. Pemerintah daerah telah menyiapkan cadangan benih sebanyak lima ton untuk disalurkan kepada petani terdampak.

Detail Kerusakan Lahan

Banjir merendam area persawahan di empat kabupaten dan satu kota di Banten. Luas lahan terendam terluas terjadi di Kabupaten Pandeglang, mencapai 880 hektare dengan 21 hektare di antaranya mengalami puso. Kabupaten Serang mencatat luas lahan terdampak 760 hektare, dengan angka gagal panen tertinggi mencapai 101 hektare. Sementara itu, Kabupaten Lebak melaporkan 133 hektare terendam dengan 50 hektare puso, dan Kabupaten Tangerang seluas 124,5 hektare dengan 6,5 hektare puso. Kota Serang juga terdampak genangan di 195,5 hektare lahan sawah, namun tidak ada laporan gagal panen.

Respons Pemerintah Daerah

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Agus M Tauchid, menyatakan bahwa stok benih lima ton siap disalurkan. “Sesuai arahan Gubernur, kami akan menyalurkan bantuan benih. Jika kebutuhan di lapangan melampaui stok yang tersedia, kami akan segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat,” ujar Agus di Kota Serang, Rabu (7/1/2026).

Advertisement

Agus menjelaskan bahwa meluapnya sungai akibat curah hujan tinggi menjadi penyebab utama banjir yang bertahan cukup lama di area persawahan. “Kondisi tersebut menyebabkan sungai meluap, sehingga genangan bertahan cukup lama di area persawahan,” ucapnya.

Berdasarkan data Dinas Pertanian per 2 Januari 2026, banjir merendam lahan persawahan di 29 kecamatan dan 79 desa. Sebagian lahan yang terendam, seluas 444 hektare, dilaporkan mulai surut. Agus menambahkan bahwa meskipun Kabupaten Serang mengalami puso tertinggi tahun ini, dampak banjir secara nasional masih tergolong moderat.

Advertisement