Jakarta – Banjir yang melanda kawasan Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Jumat (30/1/2026) belum menunjukkan tanda-tanda surut. Tim SAR Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Metro Jaya dikerahkan untuk mengevakuasi warga yang terdampak genangan air yang dilaporkan mencapai ketinggian sekitar 200 sentimeter.
Evakuasi Warga Terdampak Banjir
Direktur Kepolisian Perairan dan Udara Polda Metro Jaya, Kombes Mustofa, menyatakan bahwa personel Siaga SAR Ditpolairud telah dikerahkan untuk membantu masyarakat, khususnya di wilayah Kebon Pala yang terendam banjir cukup parah. “Kami mengerahkan personel Siaga SAR Ditpolairud Polda Metro Jaya untuk membantu masyarakat terdampak banjir, khususnya di wilayah Kebon Pala,” ujar Kombes Mustofa, Jumat (30/1/2026).
Kegiatan SAR dan evakuasi dipimpin langsung oleh Perwira Pengendali (Padal) AKP Hamdanallah. Personel Ditpolairud Polda Metro Jaya membantu warga yang bersedia mengungsi ke tempat yang lebih aman, serta memberikan pendampingan bagi mereka yang masih bertahan di lokasi.
“Prioritas utama kami adalah keselamatan warga, terutama dalam proses evakuasi ke tempat yang lebih aman,” tegas Mustofa. Proses evakuasi dilakukan dengan menyisir permukiman yang terendam, menawarkan warga untuk naik perahu karet yang dibawa petugas, dan memastikan mereka sampai di lokasi aman.
Selain itu, personel SAR juga terus memantau situasi di lapangan dan berkoordinasi erat dengan pihak kelurahan, RT setempat, serta instansi terkait lainnya. Kolaborasi ini penting untuk memastikan seluruh proses evakuasi berjalan aman dan lancar.
Mustofa menambahkan, pengerahan personel ini merupakan bentuk respons cepat Polri terhadap kondisi banjir yang berdampak langsung pada masyarakat. Kehadiran Ditpolairud Polda Metro Jaya di lokasi banjir menegaskan komitmen Polri dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan bantuan kemanusiaan.
Warga Sempat Bertahan di Lantai Dua
Sebelumnya, pada Kamis (29/1/2026), wilayah Kebon Pala juga dilanda banjir dengan ketinggian muka air (TMA) mencapai sekitar 135 sentimeter. Meskipun ketinggian air signifikan, banyak warga memilih untuk bertahan di lantai dua rumah mereka.
“Belum ada yang mengungsi, warga masih bertahan di lantai dua,” kata Ketua RT 13 RW 04 Kampung Melayu, Sanusi, dilansir Antara, Kamis (29/1). Sanusi menjelaskan bahwa banjir mulai meninggi sejak pukul 05.00 WIB dan diperkirakan akan terus meningkat jika hujan berlanjut.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada Rabu (28/1) malam, ketinggian air banjir sudah hampir mencapai satu meter di permukiman warga. “Dari semalam, air sudah tinggi, hampir satu meter. Pagi ini, sekitar 135 sentimeter dan masih naik,” ucap Sanusi.






