Berita

Banjir Jakarta Barat Terparah Akibat Kiriman Air dari Tangerang, Kata Gubernur Pramono

Advertisement

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa wilayah Jakarta Barat menjadi area terdampak banjir paling parah di Ibu Kota. Ia mengidentifikasi penyebab utamanya adalah kiriman air dari daerah hulu, khususnya dari Tangerang dan Tangerang Selatan.

Penyebab Banjir Jakarta Barat

“Kenapa Jakarta Barat paling parah? Yang pertama karena memang kiriman dari hulunya. Kali ini kiriman datang dari Tangerang, Tangerang Selatan, dan sekitarnya,” ujar Pramono saat meninjau lokasi pengungsian warga terdampak banjir di Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Sabtu (24/1/2026).

Menurut Pramono, aliran air yang menyebabkan banjir tersebut berasal dari beberapa sungai besar, termasuk Sungai Angke, Pesanggrahan, dan Kali Mookervart. Seluruh aliran sungai ini bermuara ke Cengkareng Drain, yang sempat mengalami peningkatan muka air secara signifikan.

“Di Cengkareng Drain kemarin sore ketinggian air sempat di angka 350, pagi tadi turun menjadi 315. Batas aman itu 310, jadi sekarang sedang kita kejar agar segera turun,” jelasnya.

Upaya Penanganan Banjir

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengambil langkah cepat dengan menambah jumlah pompa air di wilayah Rawa Buaya untuk mempercepat surutnya genangan. Saat ini, terdapat tujuh unit pompa yang beroperasi di lokasi tersebut.

Advertisement

“Pompa sudah ditambah empat unit, jadi total ada tujuh pompa. Mudah-mudahan air bisa segera surut,” kata Pramono.

Kondisi Pengungsi

Di lokasi pengungsian Masjid Jami’ Baitul Rahman, Rawa Buaya, tercatat sebanyak 45 kepala keluarga atau 177 jiwa mengungsi akibat banjir. Gubernur Pramono memastikan bahwa seluruh pengungsi dalam kondisi sehat dan kebutuhan dasar mereka terpenuhi.

Pemprov DKI Jakarta juga telah menyalurkan berbagai bantuan, meliputi beras, minyak goreng, mi instan, kasur lipat, matras, selimut, serta perlengkapan keluarga dan anak. Selain itu, Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta turut memberikan bantuan berupa minyak penghangat tubuh bagi para pengungsi.

Advertisement