Bekasi, Jawa Barat – Sebanyak 19.408 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, harus menjalani ibadah puasa di tengah genangan banjir yang belum surut. Banjir ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis malam.
Luasnya Dampak Banjir
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Muchlis, menyatakan bahwa jumlah KK terdampak terus bertambah. “Tadi siang jumlah KK terdampak mencapai 17 ribu lebih, namun malam ini banjir meluas hingga berdampak pada 19 ribu lebih KK,” ujar Muchlis di Cikarang, Jumat (20/2/2026), dilansir Antara.
Genangan air meluas di 75 titik yang tersebar di berbagai desa dan kecamatan. Dari total 19.408 KK terdampak, 94 KK atau setara 376 jiwa terpaksa mengungsi karena rumah mereka terendam dan akses lingkungan terputus.
Wilayah Terdampak dan Kerusakan
Kecamatan Babelan menjadi salah satu titik terdampak parah dengan ketinggian air mencapai 20-40 centimeter (cm) di Desa Hurip Jaya, Babelan Kota, Muarabakti, Kedung Pengawas, dan Buni Bakti. Di Kelurahan Kebalen, dilaporkan terjadi longsor di dua titik permukiman warga.
Sementara itu, Kecamatan Tambun Utara mencatat dampak yang lebih luas. Banjir dengan ketinggian 30-100 cm menggenangi Desa Satriajaya, Satria Mekar, Srijaya, Srimukti, dan Sriamur. Di Desa Srimukti, angin puting beliung juga dilaporkan menerjang, sementara longsor terjadi di Desa Karangsatria.
Kecamatan Cikarang Utara mengalami banjir terparah dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 170 cm, merendam Desa Tanjungsari dan Karangraharja. Genangan ini memutus akses jalan lingkungan dan memaksa warga mengungsi.
Di Kecamatan Cabangbungin, banjir merendam Desa Jayalaksana (20-40 cm), sementara Desa Setialaksana terdampak angin puting beliung. Banjir juga meluas ke Kecamatan Cibitung, merendam Kelurahan Wanasari, Desa Wanajaya, dan Desa Sarimukti.
Wilayah pesisir Kecamatan Muaragembong juga tergenang di Desa Pantai Harapan Jaya dan Bojongsari. Di Desa Sukamekar, ketinggian air mencapai 30-100 cm, disertai longsor di beberapa desa seperti Sukabungah, Sukamukti, Sukaragam, dan Jayasampurna, meskipun belum ada laporan korban jiwa.
Upaya Penanganan dan Bantuan
Hingga Jumat malam, BPBD mencatat tiga lokasi pengungsian di Kantor Kecamatan Tambun Utara dan dua titik di Desa Karangraharja, menampung total 376 jiwa. Selain permukiman, 1.026 hektare lahan pertanian dilaporkan terdampak, berpotensi mengganggu produksi pangan lokal.
BPBD Kabupaten Bekasi bersama BPBD Provinsi Jawa Barat, TNI-Polri, Tagana, PMI, relawan kebencanaan, BBWS, dan PJT II berkoordinasi dalam pendataan, evakuasi, pendirian tenda pengungsian, serta distribusi bantuan logistik.
Muchlis menegaskan fokus utama penanganan adalah keselamatan warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, menambahkan bahwa asesmen cepat terus dilakukan karena potensi genangan masih bertambah.
“Debit air di beberapa titik masih fluktuatif. Kami menyiagakan personel 24 jam untuk memantau perkembangan, terutama di wilayah yang berdekatan dengan aliran sungai dan tanggul,” ujar Dodi.
Distribusi logistik difokuskan pada kebutuhan dasar warga, termasuk makanan siap saji untuk sahur dan berbuka, air bersih, selimut, serta kebutuhan bayi dan lansia. “Selama Ramadhan, kami pastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi. Dapur umum sudah diaktifkan di titik pengungsian, dan kami berkoordinasi dengan lintas sektor agar suplai logistik tidak terputus,” jelas Dodi.





