Berita7 — JAKARTA – Di tengah musim kemarau yang seharusnya kering, sejumlah wilayah di Indonesia justru dilanda banjir bandang. Fenomena anomali ini terjadi di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara; Agam, Sumatera Barat; dan Sinjai, Sulawesi Selatan, memaksa sebagian warga mengungsi.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa banjir bandang di Kabupaten Agam terjadi akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur daerah tersebut. Pendangkalan Sungai Batang Tumayo turut memperparah kondisi, menyebabkan air meluap ke permukiman warga.
Dalam sebuah video yang dirilis BNPB, terlihat air keruh mengalir deras di depan rumah warga, bahkan masuk ke dalam beberapa bangunan. Akibat kejadian ini, 90 kepala keluarga (KK) terdampak. Sebanyak 450 warga sempat mengungsi sementara waktu dan kembali ke rumah masing-masing setelah banjir berangsur surut.
Abdul Muhari mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan dan terus memantau informasi terkini dari sumber resmi.
Banjir Bandang di Tapanuli Tengah
Peristiwa serupa juga terjadi di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Hujan deras memicu jebolnya tanggul darurat Sungai Aek Silaga Laga di Kelurahan Sipange pada Jumat (17/7/2026) sore. Banjir tersebut berdampak pada 200 KK.
Air meluap masuk ke rumah-rumah warga setelah tanggul jebol. BPBD Sumut melaporkan bahwa banjir melanda tujuh kelurahan di empat kecamatan, meliputi Tukka, Badiri, Pinangsori, dan Sarudik. Sebanyak 145 jiwa warga Kelurahan Sipangen terpaksa mengungsi di Gedung Gereja HKBP Sipange. Dapur umum telah didirikan untuk memenuhi kebutuhan pangan para pengungsi.
Banjir di Tapteng dilaporkan mulai surut pada Minggu (19/7/2026).
Banjir Merendam Sinjai
Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, juga tidak luput dari genangan banjir. Sejumlah kantor pemerintahan, termasuk rumah jabatan Bupati Sinjai, terendam air setinggi 40 sentimeter hingga 1 meter.
Banjir terjadi di beberapa kecamatan, seperti Sinjai Utara, pada Minggu (19/7/2026) dini hari, dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah itu sejak Sabtu malam. Luapan Sungai Tangka dan anak Sungai Bontompare menyebabkan banjir yang merendam ratusan rumah warga, fasilitas perkantoran, sekolah, masjid, dan lapangan olahraga.
Analis Bencana BPBD Sinjai, Andi Octave Amier, menyatakan bahwa banjir disebabkan oleh air sungai yang melintasi Kota Sinjai.
Peringatan Cuaca Ekstrem dari BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem berupa hujan lebat hingga sangat lebat yang berpotensi terjadi di Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan. Peringatan ini ditandai dengan warna kuning dan oranye pada peta BMKG, menunjukkan potensi cuaca ekstrem selama tiga hari ke depan.
Beberapa daerah lain di Indonesia juga diperkirakan mengalami cuaca ekstrem, seperti angin kencang dan hujan sedang hingga lebat di berbagai provinsi, termasuk Aceh, Jawa Barat, dan Kalimantan Timur.
Ikuti Berita7
