Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, terus bertambah. Hingga Selasa (6/1/2025) pukul 14.00 WIB, tercatat 16 orang meninggal dunia.
Update Korban dan Kerusakan
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa dari 16 korban meninggal, lima di antaranya telah teridentifikasi. Identitas korban lainnya masih dalam proses identifikasi.
Selain korban jiwa, banjir bandang juga menyebabkan 22 orang mengalami luka-luka. Sebanyak 22 orang tersebut telah dirujuk ke puskesmas setempat, sementara dua orang lainnya mendapatkan penanganan medis lanjutan di rumah sakit di Manado.
Jumlah pengungsi sementara tercatat mencapai 682 jiwa. Angka ini masih terus diperbarui seiring dengan perkembangan situasi di lapangan.
Dampak Kerusakan
Banjir bandang yang menerjang Sitaro juga menimbulkan kerusakan infrastruktur yang signifikan. Ratusan rumah dilaporkan rusak akibat terjangan banjir.
- Tujuh unit rumah dilaporkan hanyut terbawa banjir.
- 29 unit rumah mengalami kerusakan berat.
- 112 unit rumah tercatat rusak ringan.
Muhari menambahkan bahwa data ini masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui seiring dengan laporan yang masuk dari tim di lapangan.






