Jakarta – Banjir masih menggenang di Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Kamis (29/1/2026) siang. Ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 10 sentimeter (cm), menyebabkan arus lalu lintas tersendat di kedua arah menuju Pasar Senen maupun Pulomas.
Pantauan di lokasi pada pukul 11.10 WIB menunjukkan antrean kendaraan memanjang di jalur lambat dari arah Pulomas menuju Pasar Senen. Kendaraan diarahkan untuk menggunakan lajur kanan yang permukaannya lebih tinggi, sehingga genangan banjir relatif lebih rendah.
Meskipun demikian, jalur cepat dan jalur Transjakarta (busway) terpantau kering. Petugas gabungan dari kepolisian, Dishub, Satpol PP, dan PPSU terlihat bekerja mengatur lalu lintas di titik banjir. Mobil pompa air terus dioperasikan untuk menyedot genangan, sementara mobil derek dari Dishub Jakarta juga disiagakan.
Meskipun kendaraan yang melintas bergerak perlahan, petugas terus berupaya menangani banjir di Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih, menggunakan mobil pompa. (Taufiq S/detikcom)
Kondisi Banjir di Wilayah Lain
Berdasarkan data BPBD DKI Jakarta per pukul 01.00 WIB, banjir juga merendam 11 ruas jalan dan 28 wilayah RT di berbagai kawasan Jakarta. Jakarta Timur menjadi wilayah terparah dengan 14 RT terdampak di empat kelurahan: Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, dan Cililitan. Ketinggian air di sana mencapai 110 hingga 150 sentimeter akibat curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung.
Di Jakarta Barat, 10 RT tergenang di Kelurahan Kedaung Kali Angke, Rawa Buaya, dan Kedoya Selatan, dengan ketinggian air 30 hingga 80 sentimeter akibat luapan Kali Pesanggrahan. Jakarta Selatan melaporkan genangan di 3 RT Kelurahan Cipulir dan Kuningan Barat (40-60 cm), sementara Jakarta Utara mencatat 1 RT tergenang di Kelurahan Rorotan (sekitar 50 cm).
Kendaraan diarahkan ke lajur kanan yang lebih tinggi untuk menghindari genangan banjir di Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih. (Taufiq S/detikcom)






