Jakarta – Pemerintah Indonesia tengah merancang strategi komprehensif untuk mengatasi masalah krusial kekurangan dokter di tanah air. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan khusus terkait isu ini kepada para rektor dan guru besar perguruan tinggi.
Solusi Ganda untuk Pemenuhan Tenaga Medis
Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa ada dua langkah utama yang akan diambil pemerintah. Pertama, memperbesar kuota penerimaan mahasiswa untuk program studi kedokteran, khususnya yang mengarah pada spesialisasi. Kedua, membangun fakultas kedokteran baru, serta memperkuat program studi kedokteran gigi dan farmasi.
“Sudah ada beberapa kebijakan-kebijakan untuk program studi-program studi kedokteran untuk itu diperbesar dari sisi penerimaan jumlah mahasiswanya maupun yang menuju ke dokter spesialis. Yang kedua, memang mau tidak mau nampaknya kita harus memberanikan diri untuk mau tidak mau kita membuat fakultas baru untuk kedokteran umum, kemudian kita juga kekurangan dokter gigi, kita juga harus kuat dalam hal farmasi,” ujar Prasetyo Hadi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya penguatan teknologi kesehatan. Hal ini diperlukan untuk mengoperasionalkan berbagai alat kesehatan modern yang kini banyak berbasis teknologi.
“Kita juga harus kuat dalam teknologi kesehatan untuk mengoperasionalkan alat-alat kesehatan yang sekarang semua berbasis teknologi. Jadi dua hal itu untuk khusus untuk yang apa namanya diskusi mengenai kekurangan kita dalam hal dokter dan kesehatan,” tambahnya.
Identifikasi Lokasi dan Kebutuhan Masih Berlangsung
Meskipun rencana sudah ada, pemerintah belum menentukan secara spesifik kampus mana yang akan diperbesar penerimaannya maupun lokasi pembangunan kampus baru. Proses identifikasi dan kajian mendalam masih terus dilakukan.
“Belum, sedang dalam proses kita identifikasi sebaik-baiknya ada di mana dan berapa kira-kira yang kita perlukan gitu,” jelas Prasetyo Hadi.
Kekurangan 100 Ribu Tenaga Medis
Sebelumnya, Prasetyo Hadi sempat membeberkan data bahwa Indonesia masih kekurangan sekitar 100 ribu tenaga medis. Angka ini menjadi perhatian serius pemerintah dalam upaya percepatan pemenuhan kebutuhan dokter.
“Tadi kan sebenarnya diskusinya ini juga sudah dimulai oleh Kementerian Diktisaintek ya, misalnya, berkenaan dengan bagaimana kita mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter kita. Yang berdasarkan data, kita masih kekurangan hampir di atas 100 ribu. Nah, ini kan kita harus cari cara bagaimana untuk bisa mempercepat,” ungkapnya.






