Berita

Antam Bantah Ledakan Tambang Emas Bogor, Asap Akibat Kayu Penyangga Terbakar

Advertisement

Bogor – PT Aneka Tambang (Antam) membantah kabar yang menyebutkan telah terjadi ledakan di lubang tambang emas mereka di Pongkor, Bogor, Jawa Barat. Pihak Antam mengklarifikasi bahwa asap yang muncul di area tambang bukan berasal dari ledakan atau kebocoran gas berbahaya, melainkan akibat terbakarnya kayu penyangga.

Klarifikasi Antam Terkait Asap di Tambang Emas

General Manager PT Antam UBPE Pongkor, Nilus Rahmat, menyatakan bahwa informasi mengenai ledakan dan terperangkapnya 700 jiwa karyawan adalah keliru. Ia menjelaskan bahwa angka 700 kemungkinan merujuk pada nama portal tambang yang sudah tidak digunakan lagi, yaitu portal level 700.

“Perusahaan Antam menegaskan bahwa tidak terdapat kejadian ledakan dan kebocoran gas berbahaya sebagaimana yang beredar, informasi yang beredar dan dalam konten yang beredar. Serta tidak ada karyawan Antam yang terjebak di dalam area tambang. Antam meluruskan bahwa tidak ada korban terjebak sebanyak 700 jiwa,” kata Nilus Rahmat kepada wartawan, Rabu (14/1/2026).

“Kami meluruskan pada kesempatan ini, bahwa hal itu keliru dan mungkin angka tersebut merujuk pada nama salah satu portal yang sudah tidak kami pergunakan lagi untuk kegiatan operasi penambangan yaitu namanya portal level 700,” imbuhnya.

Asap Diduga Akibat Terbakarnya Kayu Penyangga

Nilus Rahmat menjelaskan bahwa video yang beredar merupakan dokumentasi penanganan kondisi teknis berupa asap di area tambang bawah tanah di level 600. Asap tersebut terdeteksi pada Selasa (13/1/2026) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB.

“Video yang beredar merupakan dokumentasi penanganan kondisi teknis berupa asap di area tambang bawah tanah di level 600, yang terdeteksi pada hari Selasa dini hari 13 Januari 2026 sekitar pukul 00.30 WIB. Pada salah satu level kerja yang diduga berasal atau yang diindikasikan berasal dari terbakarnya kayu stapling atau kayu penyangga,” ujar Nilus.

Asap yang muncul ini mengakibatkan peningkatan kadar karbon monoksida (CO) hingga melewati batas aman bagi manusia. Kadar CO yang terukur bisa mencapai 1.200 PPN, jauh di atas ambang batas aman sebesar 25 PPN.

“Kondisi tersebut mengindikasikan adanya peningkatan konsentrasi gas karbonmonoksida atau CO, di atas ambang yang dianggap aman bagi manusia yaitu sebesar 25 PPN, sedangkan pada saat kejadian nilai ukur itu bisa itu mencapai 1.200 PPN. Pada kondisi tersebut sangat berbahaya apabila terpapar, sehingga kita langsung melakukan penanganan,” jelas Nilus.

Advertisement

Prosedur Keselamatan dan Penanganan

Menyikapi kondisi tersebut, operasional tambang dihentikan sementara. Karyawan diminta keluar dari lokasi demi mencegah paparan gas berbahaya.

“Sesuai prosedur keselamatan kondisi ini segera harus direspon melalui penghentian sementara aktivitas di area terdampak pengaturan dan penyelesaian sistem ventilasi serta isolasi area kerja dengan tujuan utama mencegah paparan terhadap pekerja,” lanjutnya.

Saat ini, petugas masih melakukan penanganan dan menunggu kondisi udara membaik untuk mencari sumber api dari kayu penyangga yang terbakar.

“Jadi saat ini kita sedang menunggu, sudah turun di bawah 25 ptm ini kita coba masuk, akan kita coba lihat, tapi belum dapat ketemu titik asap yang kemarin jadi sumber asap tersebut. Kita menunggu, nanti setelah cukup aman kita akan masuk dan lakukan upaya pembersihan dan juga penanganan api atau asap yang masih tersisa disana,” kata Nilus.

Bupati Bogor Pastikan Tidak Ada Korban

Sebelumnya, beredar informasi mengenai lubang tambang emas di area izin usaha pertambangan PT Antam di Kecamatan Nanggung, Bogor, yang mengeluarkan asap. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, memastikan bahwa tidak ada karyawan Antam yang menjadi korban dalam insiden tersebut.

“Pertama memang tadi disampaikan pihak Antam beredar video dari lubang yang keluar asap. Keluar asap tersebut sumbernya disampaikan pihak aneka tambang terjadi pukul 00.30 dini hari, dan dipastikan di jam tersebut tidak ada operasional tambang yang berjalan dari aneka tambang,” kata Rudy Susmanto kepada wartawan, Rabu (14/1/2026).

“Setelah kita melakukan pengecekan, setelah kita melakukan kolaborasi bersama-sama, dari pihak aneka tambang tadi sebenernya sudah menyampaikan secara langsung, bahwa tidak ada korban dari karyawan PT Antam,” imbuhnya.

Advertisement