Berita

Anomali Tiket Pesawat Jakarta-Aceh Mahal, Komisi V DPR Soroti Kebijakan Pajak dan Avtur

Advertisement

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, menyoroti pernyataan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengenai mahalnya tiket pesawat rute Jakarta-Aceh. Keluhan Menkes ini muncul karena para relawan yang akan dikirim ke Sumatera dan Aceh terpaksa harus masuk dulu ke Malaysia demi mendapatkan tiket yang lebih murah. Huda menilai fenomena ini sebagai sebuah anomali yang memprihatinkan.

Anomali Transportasi Udara

“Fenomena relawan kesehatan yang harus ‘transit’ di Malaysia untuk menuju Aceh atau Medan karena harga tiket pesawat yang lebih murah merupakan anomali transportasi yang memprihatinkan kita semua. Fakta ini menunjukkan jika ada yang salah dalam pengelolaan transportasi udara kita,” kata Huda kepada wartawan, Selasa (13/1/2026).

Huda menambahkan bahwa bisnis penerbangan di Indonesia dinilai sulit bersaing dengan negara lain yang menawarkan harga lebih terjangkau. Ia menekankan pentingnya transportasi udara sebagai tulang punggung pergerakan ekonomi dan sosial di negara kepulauan seperti Indonesia.

Empat Komponen Penyebab Harga Tiket Mahal

Menurut Huda, ada empat komponen utama yang menyebabkan maskapai nasional kesulitan bersaing:

  • Pajak Pertambahan Nilai (PPN): Indonesia merupakan salah satu dari sedikit negara yang mengenakan PPN 11% untuk tiket pesawat rute domestik, sementara rute internasional bebas PPN. Hal ini menjadi alasan utama mengapa tiket Jakarta-Medan lebih mahal daripada Jakarta-Kuala Lumpur.
  • Pajak Impor Suku Cadang Pesawat: Sekitar 70% biaya pemeliharaan pesawat melibatkan suku cadang impor. Bea masuk yang tinggi untuk komponen ini secara signifikan meningkatkan biaya operasional maskapai.
  • Harga Avtur: Harga avtur menyumbang 30-40% dari total biaya operasional maskapai. Kurangnya kompetisi dalam penyediaan avtur di bandara-bandara besar membuat harga avtur di Indonesia lebih mahal dibandingkan Singapura atau Malaysia.
  • Biaya Layanan Bandara: Biaya layanan bandara menjadi beban langsung pada komponen harga tiket yang dibayar konsumen.

Terobosan yang Diusulkan Komisi V DPR

Komisi V DPR telah mendesak pemerintah untuk melakukan berbagai terobosan guna menekan harga tiket pesawat domestik. Beberapa usulan meliputi:

  • Menghapus PPN tiket domestik.
  • Memberi ruang bagi penyedia avtur swasta.
  • Melakukan relaksasi bea masuk suku cadang pesawat.
  • Mengevaluasi tarif batas atas harga tiket untuk melindungi konsumen.

Huda meyakini bahwa langkah-langkah ini akan mendorong pertumbuhan industri transportasi udara dan memberikan efek berganda yang signifikan pada sektor ekonomi, pariwisata, dan sosial. Penurunan harga tiket sebesar 20% diprediksi dapat meningkatkan pergerakan wisatawan nusantara hingga 30-35%.

Selain itu, penurunan biaya operasional pesawat juga akan menurunkan tarif kargo udara, yang krusial bagi perdagangan e-commerce dan pengiriman bahan pangan segar antar pulau. Logistik yang lebih murah dapat membantu menekan angka inflasi di daerah terpencil dan memungkinkan mobilisasi bantuan yang lebih cepat dan efektif saat terjadi bencana.

Advertisement

Klarifikasi Menkes Budi Gunadi Sadikin

Menkes Budi Gunadi Sadikin memberikan klarifikasi terkait keluhannya mengenai tiket pesawat Jakarta-Aceh yang mahal. Ia menjelaskan bahwa pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), semua tiket pesawat ludes terjual, sehingga para relawan hanya mendapatkan tiket kelas bisnis yang mahal.

“Pemerintah juga memberi diskon liburan pada tiket, sehingga pada masuk ke sana semua, sehingga nggak kebagian para relawan-relawan, hanya tiket-tiket business class yang mahal,” kata Menkes Budi dilansir detikHealth, Senin (12/1/2026).

Ia menambahkan bahwa untuk wilayah seperti Bener Meriah, Langkat, dan Tamiang, masuk melalui Medan lebih dekat dan mudah daripada melalui Banda Aceh.

Saat ini, Menkes memastikan bahwa harga tiket telah kembali normal. Para relawan kini dapat terbang langsung dari Jakarta menuju Medan menggunakan jalur penerbangan domestik.

“Untuk minggu kedua Januari atau minggu ketiga Januari kami akan kirim lagi, kita lihat traffic-nya sudah kembali ke normal jadi kita akan memakai jalur penerbangan domestik,” tegasnya.

Advertisement