Berita

Anggaran Rp 90 Juta per Hari untuk Buang 200 Ton Sampah Tangsel ke Cileungsi

Advertisement

Pemerintah Kota Tangerang Selatan terpaksa mengalihkan pembuangan sampah ke Cileungsi, Kabupaten Bogor, dengan biaya mencapai Rp 90 juta per hari. Keputusan ini diambil menyusul penutupan akses ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong di Kota Serang akibat protes warga.

Solusi Jangka Pendek dengan Biaya Besar

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga, mengungkapkan bahwa setiap hari sebanyak 200 ton sampah dikirim ke Cileungsi. Biaya yang dikeluarkan untuk setiap ton sampah adalah Rp 450 ribu, yang mencakup pengelolaan di tempat pembuangan PT Aspex Kumbong. “Rp 450 ribu, ya (per ton),” ungkap Pilar Saga kepada wartawan pada Jumat (9/1/2026).

Pilar menjelaskan bahwa biaya tersebut merupakan tipping fee atau biaya pengelolaan sampah. Ia menegaskan bahwa langkah ini telah diketahui dan didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). “Dan KLH tahu dan mendukung,” ujarnya.

Menurutnya, pengalihan pembuangan ke Cileungsi ini merupakan solusi jangka pendek. Pembangunan fasilitas mesin pengolah sampah di TPA Cipeucang, Serpong, masih membutuhkan waktu, termasuk proses pembebasan lahan seluas 5.000 meter persegi. “Sekarang belanja lahan juga kan masyarakat ada proses. Belanja lahan tuh nggak serta-merta sekarang beli besok buang,” jelasnya.

Advertisement

Pengalihan Sementara Selama 14 Hari

Sebelumnya, pengiriman sampah dari Tangerang Selatan ke TPAS Cilowong dihentikan sementara karena adanya protes dari warga setempat. Akibatnya, tumpukan sampah di Tangerang Selatan dialihkan ke tempat pembuangan di Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menyatakan bahwa sebanyak 200 ton sampah per hari akan dikirim ke Cileungsi selama 14 hari ke depan. “Sebanyak 200 ton sampah per hari akan dikirim ke Cileungsi selama 14 hari ke depan,” ujar Benyamin Davnie di Tangerang, dikutip dari Antara, Kamis (8/1/2026).

Benyamin menambahkan, pengalihan pembuangan sementara ini bertujuan untuk mencegah penumpukan sampah di area permukiman dan ruang publik di Tangerang Selatan. “Ke Cileungsi ini diambil untuk memastikan tidak ada tumpukan sampah di titik-titik permukiman maupun ruang publik di Tangsel,” ucapnya.

Advertisement