Berita7 — JAKARTA – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan kemungkinan adanya penurunan anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah dilakukan evaluasi besar-besaran terhadap pelaksanaannya. Hal ini sejalan dengan pernyataan Menteri Keuangan yang juga telah menyampaikan potensi efisiensi anggaran.
Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa perbaikan manajemen di Badan Gizi Nasional (BGN) dan proses validasi data penerima manfaat menjadi kunci utama penurunan kebutuhan anggaran MBG. “Setelah proses perbaikan di manajemen atau di pimpinan Badan Gizi Nasional dan setelah ada proses validasi data ada kemungkinan akan terjadi penurunan kebutuhan anggaran MBG,” ujar Prasetyo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Meski belum merinci angka pasti penurunan anggaran, Prasetyo menekankan bahwa efisiensi akan terjadi pasca perbaikan data penerima manfaat dan insentif dapur MBG.
Sebelumnya, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari juga menyatakan hal serupa. Ia memprediksi anggaran BGN akan berkurang signifikan setelah proses pembenahan dan perbaikan tata kelola. “Kan otomatis, otomatis tuh nanti eh efisiensinya pasti akan otomatis mengikuti lah gitu ya. Jadi, kalau angka sih sementara ini mungkin saya belum bisa sebutkan, tapi sudah yang jelas sudah tidak Rp 268 triliun deh, sudah jauh berkurang, tapi angkanya karena saya masih berjalan prosesnya, saya belum bisa sebutkan ya,” ungkap Agustina di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (20/7).
Anggaran BGN pada tahun ini awalnya mencapai Rp 335 triliun, namun telah direvisi menjadi Rp 268 triliun, di mana sekitar 93% dialokasikan untuk program MBG. Agustina menambahkan bahwa perhitungan hasil efisiensi masih terus berlangsung, dan timnya memiliki waktu satu bulan untuk menyelesaikan seluruh permasalahan pada program prioritas pemerintah tersebut.
Ikuti Berita7
