JAKARTA, 1 Februari 2026 – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, memberikan apresiasi mendalam kepada Kepala Badan Pengatur (BP) BUMN sekaligus COO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria. Apresiasi ini diberikan atas langkah cepat Dony dalam menginisiasi pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat yang terdampak bencana di Sumatera Barat (Sumbar).
Andre Rosiade menyatakan bahwa Dony Oskaria tidak hanya fokus pada Sumatera Barat, tetapi juga telah membangun huntara di Aceh dan Sumatera Utara. “Ini bukan sekadar membangun tempat tinggal sementara, tetapi membangun kembali kehidupan masyarakat yang terdampak. Komisi VI DPR RI akan terus mengawal agar pembangunan huntara ini berjalan tuntas dan berkelanjutan,” ujar Andre, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Fraksi Gerindra, kepada wartawan pada Sabtu (31/1/2026).
Program huntara ini dirancang dalam skala besar dan secara spesifik menyasar wilayah-wilayah yang terdampak bencana di Sumatera Barat, meliputi Padang Pariaman, Agam, Tanah Datar, dan Kabupaten Lima Puluh Kota. Pembangunan huntara dimulai sejak fase awal pascabencana untuk mencegah masyarakat berlarut-larut dalam kondisi darurat tanpa kepastian tempat tinggal.
Lebih lanjut, pembangunan huntara tidak hanya terbatas pada penyediaan bangunan fisik. Program ini juga mencakup fasilitas sosial pendukung seperti balai pertemuan, lapangan olahraga, dan ruang bermain anak. Fasilitas tersebut bertujuan untuk mendukung pemulihan psikososial warga pascabencana.
Andre Rosiade menilai Dony Oskaria menunjukkan respons yang sangat cepat dalam situasi darurat. Ia juga menyoroti perhatian Dony terhadap kualitas hidup para penyintas bencana. Andre mendorong agar program pembangunan huntara ini dapat diperluas ke daerah lain yang masih membutuhkan.
“Kita dorong agar pembangunan huntara menjangkau lebih banyak daerah. Prinsipnya, negara harus hadir secara cepat dan berkelanjutan,” tegas Andre. Ia menambahkan bahwa berdasarkan data yang diterima Komisi VI DPR RI, masih dibutuhkan sekitar 500 unit huntara tambahan untuk wilayah Agam, Padang Pariaman, Tanah Datar, dan Kabupaten Lima Puluh Kota.
“Komisi VI DPR RI akan terus mengawal penyelesaian pembangunan huntara di seluruh Sumatera Barat agar seluruh penyintas bencana dapat segera menempati hunian yang layak dan manusiawi,” ujar Andre, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM).
Andre Rosiade menegaskan bahwa keterlibatan Danantara dalam penanganan dampak bencana mencerminkan kehadiran negara yang nyata dan responsif. Hal ini khususnya dalam menjawab kebutuhan paling mendesak masyarakat akan hunian yang layak dan aman. Pembangunan huntara di Sumbar difokuskan pada wilayah terdampak banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya.
Program ini menjadi bagian krusial dari upaya percepatan pemulihan pascabencana sekaligus memberikan kepastian hunian bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Melalui percepatan pembangunan huntara ini, diharapkan pemulihan pascabencana di Sumatera Barat dapat berlangsung lebih terencana, menyeluruh, dan berkelanjutan, dengan menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama.






