Jakarta – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep berambisi menjadikan Jawa Tengah sebagai ‘Kandang Gajah’. Namun, Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menilai ambisi tersebut sulit direalisasikan.
Adi Prayitno berpendapat bahwa mengalahkan dominasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Jawa Tengah merupakan tantangan besar bagi PSI. “Agak berat, makanya wajar kalau banyak pihak yang ngomong bahwa itu target yang tidak realistis. Bahwa itu hanya sebatas memberikan semangat kepada kader-kader PSI, yang sedang rakorwil di Jawa Tengah iya, tapi secara praktis misalnya ingin mengalahkan PDIP tahun ini ya agak sulit lah,” kata Adi kepada wartawan, Senin (12/1/2026).
Analogi Jokowi vs PDIP
Adi menyamakan keinginan Kaesang dengan pertarungan antara Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan PDIP di Jawa Tengah. Ia merujuk pada hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024, di mana PDIP terbukti masih kuat di provinsi tersebut meskipun Jokowi masih menjabat sebagai presiden.
“Ya karena di 2024 terbukti Jokowi masih jadi Presiden aja nggak bisa mengalahkan PDIP, apalagi sudah nggak jadi presiden kan kira-kira begitu,” ujarnya.
Kapitalisasi Figur Jokowi
Adi melihat keyakinan Kaesang dalam menyampaikan target tersebut di hadapan kader PSI didorong oleh faktor Jokowi. Ia menduga ada upaya untuk mengkapitalisasi dukungan dari figur ayah Kaesang.
“Sepertinya Kaesang, PSI, cukup yakin mereka ingin menjadikan kandang gajah itu karena ada faktor Jokowi. Karena ya Jokowi cukup diterima dan dianggap cukup solid lah basis-basis pendukungnya,” ucapnya.
Namun, Adi mengingatkan bahwa upaya mengkapitalisasi Jokowi pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 saja hanya mampu menggembosi suara Ganjar Pranowo, dan pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) mengalahkan Andika Perkasa. Sementara itu, dalam kontestasi Pileg dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara keseluruhan, PDIP tidak tumbang.
“Itu dalam posisi Jokowi menjadi presiden, apalagi saat ini tidak menjadi presiden,” lanjutnya.
Adi menambahkan bahwa ‘kesaktian’ Jokowi sebagai figur politik tidak lagi setangguh saat ia menjabat sebagai presiden. Ia berpendapat, satu-satunya cara bagi PSI untuk mewujudkan ambisinya adalah dengan terus mengkapitalisasi figur Jokowi di masa mendatang.
“Rasa-rasanya di atas kertas, kesaktian Jokowi kan tidak terlampau setangguh dulu lah. Tinggal bagaimana kita melihat PSI mengkapitalisasi figur Jokowi di masa mendatang. Karena kalau Jokowi nggak dikapitalisasi, ya PSI jangan pernah bermimpi, jangankan mengalahkan PDIP, bisa masuk empat atau lima besar partai di Jawa Tengah aja bisa agak repot,” imbuhnya.
Tanggapan Santai PDIP
Menanggapi pernyataan Kaesang, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menanggapinya dengan santai. Ia menekankan bahwa kontestasi pemilu masih panjang dan kedaulatan berada di tangan rakyat.
“Pemilu masih panjang. Rakyat yang menentukan ya. Rakyat yang menentukan, yang punya kedaulatan,” kata Hasto kepada wartawan di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (10/1/2026).
Hasto menyatakan fokus PDIP saat ini adalah membuka ruang kritik dan melakukan perbaikan internal partai, serta memberikan bantuan maksimal bagi korban bencana di Sumatera. “PDI Perjuangan melalui peringatan HUT ke-53 ini melakukan kritik otokritik, memperbaiki ke dalam, mempertajam faksis ideologi, dan kemudian ya seperti penanganan bencana. PDI Perjuangan bergerak maksimum, demi kemanusiaan, tanpa mempertimbangkan aspek-aspek mereka memilih siapa,” ujarnya.
Ia menambahkan, prioritas PDIP saat ini adalah konsolidasi organisasi agar siap turun dengan seluruh kekuatan partai ketika rakyat menghadapi kesulitan.
Target Kaesang di Pemilu 2029
Target menjadikan Jawa Tengah sebagai ‘Kandang Gajah’ disampaikan Kaesang saat Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PSI di Hotel Sunan, Kota Solo, pada Kamis (8/1). Ia menekankan pentingnya Rakorwil untuk verifikasi partai pada tahun 2027 dan meminta struktur PSI di Jawa Tengah terus dibenahi.
“Ketua Dewan Pembina PSI waktu itu sudah bilang, kunci dari kemenangan kita adalah struktur. Jadi saya minta tolong sekali, struktur di Jateng sangat solid, agar Pemilu 2029 kita bisa menang mutlak di Jateng,” kata Kaesang.
Kaesang menargetkan pembentukan struktur selesai hingga tingkat Dewan Pimpinan Ranting (DPRt) sebagai modal verifikasi partai. Ia juga menyebut survei internal terus dilakukan untuk memanaskan mesin partai.
Pada Pemilu 2024, PSI meraih 12 kursi di Jawa Tengah, terdiri dari lima kursi DPRD Kota Solo, lima kursi DPRD Kota Semarang, dan dua kursi DPRD Jateng. Meskipun ada kenaikan dari Pemilu 2019, Kaesang merasa perolehan tersebut masih kurang.
“12 ini untuk Jateng terlalu kecil. Saya minta tolong, di 2029 atau nggak tahu nanti pemilihan di 2031. Saya minta tolong Provinsi, maupun Kabupaten/kota, harus terisi di seluruh Kabupaten/kota,” ucapnya.
Ia menargetkan perolehan kursi provinsi sebanyak 17 dan minimal satu fraksi di setiap Kabupaten/kota. Kaesang berharap Pemilu 2029 akan menghasilkan lebih banyak kader PSI yang lolos di legislatif maupun eksekutif.
“Sanggup nggih 2029, Pemilu selanjutnya Jateng Kandang Gajah. Wes rasah kandang-kandang sing liyane. Tempatnya Gajah itu sekarang di sini. PSI hadir untuk masyarakat Jateng,” tegasnya.






