Berita7 — JAKARTA – Seorang akuntan berinisial AC dilaporkan telah merekayasa laporan polisi terkait kasus begal di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Pria tersebut mengaku membuat laporan palsu untuk mengklaim asuransi agar cicilan laptopnya dapat dihentikan.
AC sebelumnya melaporkan kehilangan laptop merek Lenovo Legion senilai Rp 27,3 juta akibat dirampas oleh begal. Namun, penyelidikan polisi mengungkap bahwa laporan tersebut tidak benar adanya.
Motif utama AC membuat laporan palsu adalah untuk mengajukan klaim asuransi. Ia berharap dengan adanya laporan begal, pihak pembiayaan akan menganggap cicilan laptop yang telah berjalan lima bulan itu selesai.
“Laptop tersebut bernilai sekitar Rp 27,3 juta dan baru dibayar sekitar lima kali angsuran. Dengan dasar laporan polisi bahwa dirinya menjadi korban begal, pelapor bermaksud mengajukan klaim kepada pihak pembiayaan agar cicilan laptop tersebut dapat dihentikan,” jelas Kanit Resmob Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKP George Ruben AY dalam keterangannya, Sabtu (25/7/2026).
Dalam pemeriksaan, AC mengakui bahwa ia merekayasa cerita begal tersebut karena merasa terbebani dengan angsuran laptopnya. “Motif utamanya adalah agar memperoleh klaim asuransi sehingga tidak lagi terbebani cicilan laptop,” ucapnya.
Kejanggalan dalam Laporan Polisi
Rekayasa yang dilakukan AC terungkap setelah polisi menemukan sejumlah kejanggalan dalam laporannya. Salah satu kejanggalan terbesar adalah laptop yang diklaim hilang dirampas begal ternyata masih berada di pusat servis.
“Laptop tersebut ternyata tidak pernah dirampas, melainkan sedang berada di pusat servis di kawasan Mangga Dua untuk menjalani proses perbaikan,” ungkap AKP George Ruben AY pada Jumat (24/7/2026).
Fakta ini diperkuat dengan adanya dokumen penerimaan servis dan bukti pembelian yang berhasil diverifikasi oleh penyidik. Selain itu, AC juga mengaku mengalami luka tusuk di lengan kiri akibat melawan pelaku begal. Namun, setelah didalami, luka tersebut ternyata dibuat sendiri oleh AC untuk meyakinkan polisi bahwa ia benar-benar menjadi korban perampokan.
Ikuti Berita7

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.