Pandeglang – Inisiatif inovatif Aipda Agung Ginanjar dalam mengembangkan Taman Edukasi Lalu Lintas dan program SKCK Delivery di Polsek Pandeglang menuai apresiasi. Program-program ini tidak hanya mempermudah pelayanan publik tetapi juga memberikan edukasi yang berharga, terutama bagi anak-anak usia dini. Atas dedikasinya, Aipda Agung diusulkan menjadi kandidat Hoegeng Awards 2026.
Inovasi Taman Edukasi Lalu Lintas untuk Anak
Taman Edukasi Lalu Lintas Polsek Pandeglang, yang digagas Aipda Agung sejak 2023, telah menjadi destinasi edukasi favorit bagi sekolah Taman Kanak-kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di wilayah tersebut. Zahrotul Janah, seorang kepala sekolah TK, mengungkapkan betapa pentingnya program ini bagi pembelajaran anak didiknya.
“Kami di sekolah punya program puncak tema, setiap kegiatan itu kita ambil tema-tema yang mengharuskan anak-anak belajar di luar kelas, outing class, salah satunya adalah tema di pekerjaan atau profesi, kebetulan kami inisiatif kunjungan ke polisi. Jadi mengenalkan anak-anak bagaimana sih cara kerja polisi,” ujar Zahro kepada detikcom, Senin (9/2/2026).
Selama dua tahun terakhir, sekolah Zahro rutin mengunjungi taman edukasi ini. Ia memuji peran Aipda Agung sebagai pelopor yang menjalankan tugasnya dengan sangat baik. “Karena anak-anak diedukasinya luar biasa sama Aipda Agung sebagai pelopornya, untuk penerimaan juga sangat friendly, terus penyampaian segala rupanya juga baik, mudah dipahami anak-anak. Sehingga kerja sama kami ini bukan hanya satu tahun aja, mudah-mudahan berlanjut sampai tahun-tahun ke depan,” tuturnya.
Kunjungan ke Taman Edukasi Lalu Lintas Polsek Pandeglang sangat mudah diakses. Sekolah hanya perlu mengirimkan surat permohonan dan menyesuaikan jadwal. Yang lebih menggembirakan, seluruh kegiatan ini tidak dipungut biaya. “Untuk biaya free semuanya, alhamdulillah nggak dipungut biaya sepeser pun,” tambah Zahro.
Aipda Agung bersama tiga rekannya tidak hanya mengedukasi anak-anak tentang tata cara berlalu lintas yang baik dan benar, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai larangan bullying dan bahaya narkoba. Zahro menambahkan, keberadaan taman edukasi ini sangat membantu guru dalam memberikan pembelajaran yang realistis kepada anak-anak.
Meskipun demikian, Zahro berharap ada peningkatan fasilitas, terutama untuk kegiatan luar ruangan. “Edukasi anak-anak itu enaknya outdor, kalau hujan itu terbatas, jadi harus di ruangan. Kalau di ruangan itu tidak kondusif, karena anak kan kinestetik ya kebanyakan, jadi pengen lari-lari gitu, kalau di ruangan terbatas. Itu mungkin kalau bisa kegiatan outdornya lebih ditingkatkan lagi, di lapangan harus ada tempat peneduhnya, walaupun hujan tetap kegiatan ada di luar,” harapnya.
Program SKCK Delivery Permudah Pelayanan Publik
Selain Taman Edukasi Lalu Lintas, Aipda Agung juga menggagas program SKCK Delivery pada tahun 2023. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepolisian di wilayah hukum Polsek Pandeglang yang mencakup dua kecamatan, yaitu Marjasari dan Pandeglang.
“Namun berkaitan dengan SKCK ini terbatas oleh wilayah hukum, karena kami di Polsek Pandeglang ini membawahi 2 wilayah kecamatan. Jadi khususnya untuk pelayanan SKCK Delivery itu saat ini hanya bisa kami sajikan untuk masyarakat kami yang ada di wilayah Kecamatan Marjasari dengan Pandeglang,” jelas Aipda Agung kepada detikcom, Jumat (3/10/2025).
Masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan ini cukup mengisi formulir online, mengunggah dokumen yang diperlukan, dan melakukan pembayaran sebesar Rp 30.000 melalui QRIS sesuai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Setelah proses pembayaran selesai, SKCK akan dicetak dan diantarkan langsung ke alamat pemohon oleh Bhabinkamtibmas setempat tanpa biaya tambahan.
“Biayanya sesuai PNBP saja Rp 30.000 dan tidak ada yang namanya biaya ongkir atau biaya tambahan lain-lain,” tegas Aipda Agung.
Meskipun demikian, Aipda Agung mengakui bahwa program ini belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Ia menduga hal ini disebabkan oleh ketidaktahuan atau keraguan masyarakat untuk meminta bantuan langsung kepada Bhabinkamtibmas. “Mungkin karena ketidaktahuan atau mungkin sungkan juga kalau misalnya si pemohon ini meminta bantuan langsung ke Bhabinnya. Padahal kita sudah sering sampaikan sih, jadi bisa juga persyaratan-persyaratan itu serahkan ke Bhabinnya, nanti Bhabinnya yang datang ke operator SKCK, setelah diproses, si Bhabinnya yang kembali mengantarkan ke si pemohon,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa jumlah pemohon SKCK manual di Polsek Pandeglang tidak sebanyak di kota-kota besar, sehingga program SKCK Delivery ini diharapkan dapat memberikan kemudahan lebih lanjut.
Penghargaan dan Pengakuan
Inovasi yang digagas Aipda Agung Ginanjar, baik Taman Edukasi Lalu Lintas maupun SKCK Delivery, telah membawa Polsek Pandeglang meraih penghargaan dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) pada tahun 2024. Berkat kedua program unggulan tersebut, Polsek Pandeglang dinobatkan sebagai salah satu dari 10 Polsek terbaik se-Indonesia versi Kompolnas.





