Berita

70 Juta Warga Ikut Cek Kesehatan Gratis, Kemenkes: Mayoritas Idap Hipertensi

Advertisement

Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan hasil evaluasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah berjalan selama setahun. Dari 70 juta penduduk yang mengakses layanan ini pada tahun 2025, mayoritas ditemukan mengidap penyakit hipertensi dan diabetes.

Hipertensi Jadi Penyakit Terbanyak

Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Murti Utami, menyatakan bahwa hipertensi menjadi penyakit yang paling banyak ditemukan pada populasi yang mengikuti program CKG. “Kalau dari populasi 70 juta yang tahun lalu memang terbanyak adalah hipertensi ya,” ujar Murti di Satkes Denma Mabes TNI, Jakarta Timur, Rabu (11/02/2026).

Murti menambahkan, banyak masyarakat yang tidak menyadari bahwa mereka mengidap hipertensi. Program CKG digagas pemerintah untuk mendeteksi dini penyakit tersebut agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. “Target kami yang hipertensinya tadinya tinggi gitu kita maunya dengan adanya memberikan pengobatan, adanya edukasi untuk perubahan perilaku, pola makan, kita maunya terus kembali hijau, dia kembali normal kembali gitu ya,” jelasnya.

Perluasan Jangkauan Program CKG

Kemenkes berencana untuk memperluas jangkauan program CKG. Jika tahun lalu program ini hanya menyasar 10.300 Puskesmas dengan target 70 juta penduduk, tahun ini Kemenkes menargetkan 130 juta penduduk dapat mengakses layanan cek kesehatan gratis.

Untuk mencapai target tersebut, Kemenkes akan menggandeng berbagai pihak, termasuk sektor swasta, tempat kerja, serta TNI-Polri. Hal ini disampaikan Murti dalam kesempatan yang sama.

Advertisement

Dukungan Fasilitas Kesehatan TNI

Wakil Kepala Pusat Kesehatan TNI, Laksamana Pertama TNI Tjahja Nurrobi, mengumumkan dimulainya program CKG di fasilitas kesehatan TNI. Ia menyebutkan bahwa TNI memiliki lebih dari 600 fasilitas kesehatan tingkat pertama yang siap mendukung program tersebut.

“Jadi kita untuk FKTP di TNI ada sebanyak 600 lebih, nantinya kita akan berupaya kita daftarkan ke dalam (aplikasi) Satu Sehat. Itu pun juga ada yang faskes-faskes yang ada di 3T,” ujar Nurrobi.

Nurrobi menegaskan bahwa seluruh personel TNI beserta anggota keluarganya dapat memanfaatkan layanan CKG di satuan unit masing-masing. Masyarakat umum juga dipersilakan menggunakan layanan tersebut di fasilitas kesehatan TNI. “Jadi nanti semua faskes TNI bisa diakses oleh masyarakat tidak hanya TNI dan keluarganya,” imbuhnya.

Cara Akses Cek Kesehatan Gratis

Layanan Cek Kesehatan Gratis dapat diakses oleh seluruh warga negara Indonesia tanpa terkecuali. Masyarakat hanya perlu membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat yang telah terdaftar dalam program tersebut.

Advertisement