Warga Membludak Di Hari Terakhir Rapid Tes Gratis Kadin Batam

by -

berita7.co.id, BATAM – Pelaksanaan Rapid tes gratis yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Batam, sejak Kamis lalu di Graha Kadin Batam Centre, mendapatkan antusias tinggi masyarakat.

Terlebih di hari terakhir ini, Sabtu (04/07/2020). Tampak lonjakan partisipasi masyarakat sangat tinggi, sehingga antrian untuk mendapatkan nomor giliran membludak, tentunya lonjakan ini terjadi lantaran masyarakat yang rata-rata ingin pulang kampung ingin mendapatkan surat keterangan non reaktif secara gratis sebagai persyaratan wajib bepergian keluar kota.

Seperti yang disampaikan Fajar warga Sagulung, dia mengatakan dengan adanya kegiatan sosial tersebut, tentunya sangat membantu masyarakat yang hendak bepergian keluar kota, karena kata dia untuk mendapatkan surat tersebut, biaya yang dikeluarkan sangat besar dan memberatkan.

“Saya mau pulang ke Surabaya, Alhmdulillah ini sangat membantu, apalagi saya mau pulang sekeluarga,” Ujarnya ditengah kepadatan antrian.

Sementara itu, Ketua Kadin Batam Jadi Rajagukguk mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi respon masyarakat yang rela berbondong-bondong mengantri untuk di cek kesehatannya, bahkan kata dia, peserta yang ikut dalam program ini melebihi target yang ditetapkan yaitu 1000 rapid tes.

“Saya sangat bersyukur, hingga saat ini sudah seribu lebih yang rapid tes,” Ucapnya.

Lanjutnya, selama pelaksanaan selama tiga hari ini, hanya satu orang yang hasil rapid tesnya dinyatakan reaktif, selebihnya kata dia hasilnya non reaktif.

“Satu warga yang reaktif itu, dia ikut pada rapid tes dihari kedua kemarin, dan itu sudah ditangani tim medis, ” Tegasnya.

Pantauan dilokasi, warga yang menunggu hasil rapid tes, tampak mengantri berdesak-desakan, meskipun para petugas sudah mengingatkan, namun ratusan warga tersebut tak terlihat mengindahkan himbauan.

“Udah capek kami, sampai berbusa mulut ini mengingatkan, meskipun begitu kami wajib untuk mengingatkan mereka, ” Tutup salah satu petugas yang namanya enggan disebut.

Agung Dedi Lazuardi