Viral WNI terpapar Virus Corona, Ini Penjelasan RSUD Embung Fatimah

by -
Viral WNI terpapar Virus Corona, Ini Penjelasan RSUD Embung Fatimah
Pihak RSUD Umbung Fatimah saat konferensi pers bersama Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi , dan Dokter Polda serta Kabid Karantina dan Suveiline Epidemiologi Kota Batam. (Foto: B7/02)

Berita7.co.id BATAM – Warga Batam kini tengah di hebohkan dengan informasi yang beredar, yakni adanya seorang WNI yang terpapar virus mematikan dari Cina.

Informasi tersebut kini telah mendapat ribuan tanggapan dari para warga net, yang sangat takut akan hal tersebut, karena informasinya WNI yang terpapar (Mr X) tersebut telah dilakukan Penanganan di RSUD Embung Fatimah.

Menanggapi hal tersebut, Pihak RSUD Embung Fatimah, menjelaskan dalam konferensi pers nya, yang membenarkan adanya seorang WNI yang saat ini telah dilakukan penanganan.

Namun hingga saat ini, Mr X tersebut belum terbukti positif terpapar virus Corona. “Saat ini telah kita berikan Suspek, dan telah kita lakukan perawatan dalam ruang isolasi,” Ucap Ani, selaku Direktur RSUD Embung Fatimah, dalam jumpa pers pada Kamis (30/1).

Dilokasi yang sama, Kepada dinas kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan meskipun Mr X tersebut saat ini mengalami gangguan pernafasan, namun gejala yang di alami tidak masuk dalam ciri-ciri virus Corona.

“Ada beberapa ciri yang seseorang yang terpapar virus Corona, diantaranya suhu badan yang tinggi, Batuk dan sesak pernafasan akut. Sementara dalam hal ini Mr X ini belum mendekati ciri-ciri tersebut,” Ucap Didi Kusmarjadi, Kamis (30/1)

Namun meskipun demikian, untuk mengantisipasi Hal-hal buruk, stakeholder melakukan suspek Corona terhadap Mr X.

Bahkan pihak rumah sakit juga telah melakukan pengambilan sampel penyakit Mr X, yang saat ini dalam proses pengiriman ke labolatorium Kesehatan Jakarta.

“Telah dalam proses pengiriman, dan hasil akan keluar setelah 3-4 hari kedepan. Dan berdasarkan hasil tersebut akan akan menentukan penanganan terhadap Mr X kedepannyam. Jika negatif tentunya akan di pulangkan, namun jika positif terpapar maka penanganannya akan dilanjutkan,” pungkasnya.

Virus corona pertama kali muncul di Wuhan pada akhir 2019 lalu. Sebanyak 81 orang di seluruh China kehilangan nyawa akibat virus corona.

Sedangkan jumlah penderita virus corona di seantero China jumlahnya mencapai hampir 2.000 orang. Hingga saat ini, tercatat 136 orang di China meninggal karena terjangkit virus ini. (B7/02)