Udin: Pemko harus Berani Menggratiskan Parkir di Tiga Bulan Terakhir

by -
Udin: Pemko harus Berani Menggratiskan Parkir di Tiga Bulan Terakhir
Udin P Sihaloho. (Foto: Sindobatam)

berita7.co.id, BATAM – Sudah bukan rahasia lagi, baik pajak maupun target retribusi parkir tak pernah bisa mencapai target di Batam ini. Hingga akhir bulan September kemarin, target dari retribusi parkir tepi jalan baru mencapai 40 persen saja dari yang ditargetkan. Kalau dinominalkan, retribusi parkir tepi jalan sampai saat ini belum menyentuh di angka Rp 20 miliar.

Bahkan Dishub Batam melalui Kepala UPT Parkir Dinas Perhubungan Kota Batam, Aleksander Banik menegaskan, mustahil tahun ini target retribusi parkir bisa tercapai di tahun ini.

Hal tersebut mendapat tanggapan dari anggota DPRD Batam Komisi II yang membidangin ekonomi dan pendapatan daerah, Udin P Sihaloho.

“Realitanya perdanya saja soal tarif parkir sudah dibuat yang termurah di Indonesia saat ini. Itupun masih tak bisa capai target PAD. Kami pernah usulkan parkir di Batam agar digratiskan. Kenapa begitu, untuk mengungkap siapa sebenarnya yang selama ini menikmati potensi pendapatan dari parkir di Batam bisa ketahuan. Setelah diketahui akar masalah dan siapa biangnya, baru bisa parkir di Batam dibenahi di awal tahun berikutnya,” ujar politisi dari dapil Bengkong-Batuampar ini, Rabu (9/10).

Kalau hal tersebut bisa dilakukan, lanjutnya, tentu yang selama ini menikmati bisnis parkir di Batam akan mendatangi sendiri ke Pemko Batam dan berlomba-lomba memberikan pelayanan terbaik soal perparkiran.

“Sehingga saat parkir sudah bisa diatur dengan benar di Batam, baik masyarakat pengguna parkir maupun pemerintah Kota Batam bisa sama-sama menikmatinya dalam artian target PAD parkir bisa tercapai, begitu juga pelayanan parkir ke masyarakat bisa maksimal,” tegasnya.

Sebelumnya Kepala UPT Parkir Dishub Batam, Aleksander Banik menegaskan, hingga akhir bulan September, target retribusi parkir tepi jalan baru mencapai 40 persen saja dari yang ditargetkan. Kalau dinominalkan retribusi parkir tepi jalan sampai saat ini belum menyentuh angka Rp 20 miliar.

“Apakah di akhir tahun 2019 nanti target retribusi parkir bisa tembus minimal 80 persen, kami realistis itu sulit dicapai. Perkiraan kami hingga akhir tahun nanti retribusi parkir tertinggi bisa diangka 70 persen lah,” ujar Aleksander Banik beberapa hari lalu.

Menurutnya ada beberapa faktor yang jadi kendala atau penghambat retribusi parkir sulit capai target di Batam. Salah satu faktor yang paling menonjol adalah kondisi perekonomian di Batam yang memang lagi surut dan belum stabil seperti semula.

Selain itu faktor lainnya yang menjadi penghambat tak tercapainya target retribusi parkir adalah masih banyaknya titik parkir yang tak bisa terkelola dengan baik yang jumlahnya mencapai sekitar 100 titik tersebar se-Batam.

Titik parkir yang dimaksud seperti misalnya di kawasan Mitra Raya 2 yang meski sudah beroperasi, tetapi tingkat atau jumlah pengunjungnya minim sekali. Ada lagi beberapa ruko di kawasan Batamkota yang baru berdiri dan beroperasi, ternyata tingkat kunjungannya juga sepi.

“Makanya kami dari Dishub Batam akan mencoba mencoba menggenjotnya PAD dari retribusi parkir, salah satunya ya kami kami kembali akan mencoba memaksimalkan titik parkir yagn selama ini memang belum bisa terkelola dengan baik. Sebisa mungkin titik parkir itu bisa menghasilkan pemasukan dari retribusi parkirnya. Soal teknis kami dari internal Dishub Batam yang akan mengkonsepkan itu,” terangnya.(barong)