Berita7 — Tiga anggota direksi PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) melakukan pembelian saham secara bertahap pada periode 30 Juni hingga 6 Juli 2026. Total akumulasi mencapai 3,86 juta saham senilai sekitar Rp11,4 miliar.
Langkah ini meningkatkan kepemilikan para direksi di perusahaan tambang yang memproduksi emas dan tembaga tersebut, sebagaimana tercantum dalam laporan resmi kepada otoritas bursa.
Pada 30 Juni 2026, Arief Widyawan Sidarto, Presiden Direktur Amman Mineral Internasional, membeli 1,6 juta saham AMMN dengan harga Rp3.105 per saham, atau senilai sekitar Rp4,96 miliar. Arief menyatakan pembelian dilakukan untuk tujuan investasi pribadi.
Setelah transaksi, kepemilikan Arief bertambah dari 79.056.600 saham (0,109%) menjadi 80.656.600 saham.
Anthony Robert Mathias, Direktur Amman Mineral Internasional, memborong 1.413.500 saham pada 1-2 Juli 2026. Pembelian berlangsung bertahap dengan rentang harga Rp3.120–Rp3.300 per saham.
Transaksi ini merupakan pembelian perdana Anthony sehingga kepemilikannya naik dari nol menjadi 1.413.600 saham atau 0,002%.
Direktur lainnya, Aditya Sasmito, mengakumulasi 850.000 saham AMMN pada 6 Juli 2026. Pembelian dilakukan pada harga Rp3.530 per saham, dengan nilai sekitar Rp3 miliar.
“Tujuan transaksi untuk investasi pribadi,”
kata Aditya dalam laporan resmi kepada otoritas bursa. Setelah pembelian itu, kepemilikan Aditya meningkat menjadi 73.736.700 saham (0,102%) dari sebelumnya 72.886.700 saham (0,101%).
Sebelumnya, pada 21–25 Mei 2026 Aditya juga mengakumulasi 2.108.400 saham secara bertahap dengan rentang harga Rp2.830–Rp2.940 per saham.
Pada perdagangan Senin, 6 Juli 2026, saham AMMN ditutup melemah 1,43% ke level Rp3.450. Dalam sepekan terakhir saham emiten produsen emas tersebut menguat 4,55%, namun masih turun 46,30% secara year to date (YTD) per awal 2026.
Ikuti Berita7
