Tak Puas Aksi Damai di Mapolresta Barelang, Gojek Gruduk Kantor DPRD Batam

by -
Tak Puas Aksi Damai di Mapolresta Barelang, Gojek Gruduk Kantor DPRD Batam
Aksi Damai Driver Gojek (Foto : Ruv)

Tak Puas Gelar Aksi Damai di Maporesta Barelang, Gojek Batam Spontan Bergerak ke Kantor DPRD Batam

Batam – Ratusan driver Ojek Online (Ojol) Gojek jamak berkumpul di halaman Mapolresta Barelang, Batam, Kamis (09/07/2020). Bukan tanpa sebab, ratusan ojol tersebut meminta pihak Kepolisian untuk membantu memediasi antara driver ojol dan pihak Gojek.

Salah satu, driver Gojek, Ucok mengatakan, dia bersama rekan-rekannya sudah seminggu meminta kejelasan terhadap empat tuntutan yang disampaikan kepada pihak Gojek.

“Ada 4 poin tuntuntan yang ingin kami sampaikan, intinya kebijakan pihak Gojek sangat memberatkan kami, dan kami sudah berusaha menghubungi manajemen tapi tak direspon, ” ujarnya.

Saat perwakilan ojol berdiskusi dengan pihak Kepolisian, ratusan gojek tanpa komando berinisiatif bergerak menuju Kantor DPRD Batam, dengan berkonvoi.

Setibanya di Kantor DPRD Batam sekira pukul 14:00 sianv, para driver Gojek langsung memblokade jalan utama antara Kantor Pemko Batam dan Kantor DPRD Batam, dalam hitungan menit, jalanan pun dipenuhi kendaraan milik driver Gojek.

“Ayo semua kawan-kawan masuk kedalam, kemana lagi kita mengadu kalau bukan ke rumah rakyat ini, ” teriak salah seorang ditengah kerumunan.

Bak gayung bersambut, perwakilan driver Gojek pun langsung diterima dan melakukan diskusi dengan anggota Komisi I DPRD Batam, Utusan Sarumaha. Usai berdiskusi, Utusan pun langsung menemui massa yang melangsungkan aksi damai di halaman Kantor DPRD.

“Setelah berdiskusi, kami akan menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat, antara pihak perusahaan dan rekan-rekan sekalian untuk mencari solusi, ” ucapnya.

Meski sebagian tak terima, lantaran waktu yang dijadwalkan dianggap lama, namun akhirnya para driver tersebut bisa menerima dan kemudian membubarkan diri.

“Atasan keputusan inj, bagaimana kalau kita semua offbid sampai Senin, bagaimana teman-teman, ” ujar salah satu orator dan disambut kata sepakat.

Untuk diketahui, adapun tuntutan driver Gojek yang digaungkan berupa, penghapusan program berkat, yang dianggap merugikan driver, penghapusan potongan 20% pendapatan lantaran insentif yang sediakala ada, kini hilang lantaran program berkat, kemudian penghapusan evaluasi akun joki yang mengajukan syarat-syarat yang tak mungkin bisa dipenuhi, serta penghapusan jasa aplikator senilai 1000 rupiah yang dibebankan terhadap pelanggan. (Ruv)

No More Posts Available.

No more pages to load.