Tahun Depan Pemerintah Berencana Mencabut Subsidi Gas Melon

by -
Tahun Depan Pemerintah Berencana Mencabut Subsidi Gas Melon
Ilustrasi Gas LPG 3Kg

berita7.co.id BATAM – Setelah 12 tahun konversi minyak tanah ke elpiji 3 kg berjalan (2007-2019), kemungkinan baru disadari oleh pemerintah bahwa selama ini pemberian subsidi secara terbuka melalui elpiji 3 kg yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan pelaku UKM telah terjadi penyimpangan seperti penimbunan.

Menaggapi hal tersebut, Udin P Sihaloho Anggota DPRD Kota Batam, dengan berani mengatakan, bahwa mustahil ada oknum yang sengaja menimbun elpiji 3 kg dalam jumlah besar hingga fantastis di Batam agar pemerintah pusat menambah jumlah kuota.

” Karena tahun depan kemungkinan besar yang namanya tabung melon akan dikurangi pemerintah pusat, bahkan kemungkinan besar tabung melon itu akan dicabut subsidinya. Itu yang saya dengar kabarnya,” kata Udin saat dijumpai berita7.co.id beberapa waktu yang lalu.

Ia mengimbau agar masyarakat yang tingkat ekonominya tergolong mampu, agar supaya dengan sadar mau beralih menggunakan elpiji yang non subsidi, supaya yang subsidi bisa dinikmati masyarakat yang kurang mampu.

” Soal siap tidaknya masyarakat tahun depan menerima kenyataan tabung melon dicabut subsidinya, lambat laun pasti nanti terbiasa. Hal ini sama seperti penggunaan minyak tanah ke elpiji sebelumnya. Setelah subsidi dicabut, mau tak mau masyarakat kan terbiasa juga menggunakan elpiji. Begitu juga dengan konsumsi premium seperti saat ini kan masyarakat lambat laun sudah terbiasa beralih menggunakan bahan bakar yang non subsidi seperti pertalite,” ujarnya.

Udin setuju kalau subsidi pemerintah seperti elpiji dan BBM itu dialihkan ke hal yang menyentuh masyarakat langsung dan tak dimanfaatkan oleh orang-orang tingkat ekonomi mampu seperti dialihkan ke sektor pendidikan ataupun kesehatan.

“ Untuk Natal dan Tahun Baru juga sudah tersedia dengan baik jadi tak perlu panik lagi,” tutupnya. (Barong).