Setelah Mengarungi 8 Negara, KRI Bima Suci 945 Bersandar di Batam

by -
Setelah Mengarungi 8 Negara, KRI Bima Suci 945 Bersandar di Batam
KRI Bima Suci beraandar di pelabuhan Batu Ampar Batam. (Foto: Omi)

berita7.co.id, BATAM – Kapal Republik Indonesia (KRI) Bima Suci 945 milik TNI AL Bersandar untuk ketiga kalinya di Batam, Senin (14/10/2019), di pelabuhan Batuampar.

Kedatangan kapal ini disambut langsung oleh Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut  (Danlantamal) IV Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah, Wakil Walikota Batam Amsakar Ahmad, Kapolresta Barelang, Dandim 0316 Batam, dan jajaran FKPD.

Dalam pelayaran kali ini, KRI Bima Suci 945 turut serta membawa Satuan Latihan Kartika Jala Kridha (KJK) Taruna AAL tingkat III Angkatan 66. KRI Bima Suci membawa 190 personil, 83 taruna diantara 18 pelatih angkatan laut.

Setelah mengarungi delapan negara, KRI Bima Suci 945 pertama kali mengunjungi daerah Indonesia adalah Batam.

Danlantamal IV Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah mengucapkan selamat datang KRI Bima Suci 945 beserta satuan latihan Kartika Jala Kridha Taruna Tingkat III angkatan 66 di Batam.

“KRI Bima Suci 945 tidak sembarangan bersandar disuatu daerah di Indonesia. Tapi, masyarakat Batam mendapat kesempatan melihat kemegahan kapal KRI Bima Suci,” kata Arsyad, Senin (14/10/2019).

Arsyad menuturkan, mengatakan bahwa KRI Bima Suci 945 adalah bukti bahwa kekuatan Angkatan Laut Indonesia sungguh membanggakan. Dengan bersandarnya kapal layar tersebut, menurutnya sebuah anugerah tersendiri, serta menjadi pengalaman dan pembelajaran bagi seluruh taruna dan awak kapal.

“Tak lupa pula kami berterima kasih atas sambutan yang meriah hari ini, tentu menjadi sebuah kebanggan dapat menunjukkan salah satu kekuatan armada laut milik Indonesia kepada masyarakat luas,” ujarnya.

Komandan KRI Bima Suci 945, Letkol Laut (P), Waluyo mengatakan, pelabuhan Batuampar, Batam adalah pelabuhan yang pertama disinggahi setelah melewati 8 negara. Ia juga mengucapkan terimakasih atas sambutan KRI Bima Suci 945 di Batam.

“Kami izin untuk tiga hari kedepan sandar di Batam melaksanakan kegiatan kirab, dan memberika motivasi kepada masyarakat dan putra putri daerah,” kata Waluyo.

Lanjut Waluyo, selain taruna dan taruni melaksanakan praktek, mereka juga akan memberikan pengetahuan wawasan kultur dan budaya dari negara yg disinggahi agar lebih profesional dalam mengemban tugas.

“Wawasan yang kami dapat akan kami berikan kepada masyarakat Indonesia, karena wawasan ini perlu diberikan,” ujarnya. (Omi)

No More Posts Available.

No more pages to load.