Berita7 — Pergeseran kebijakan pemerintah menjadi katalis positif bagi saham-saham komoditas. Samuel Sekuritas menilai potensi keuntungan terbesar berada di saham Bumi Resources (BUMI), diikuti Amman Mineral Internasional (AMMN), Antam (ANTM), dan Timah (TINS).
Saham emiten komoditas belakangan mulai pulih dari level terendah, didukung kejelasan kerangka pelaksanaan Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dan serangkaian kebijakan yang lebih suportif bagi eksportir.
Peran DSI dan Mekanisme Harga
Berdasarkan diskusi Samuel Sekuritas dengan DSI, kerangka ekspor terpusat yang dikembangkan cenderung menjauh dari model state trading hub yang sempat dikhawatirkan pasar. DSI juga membantah akan beroperasi sebagai merchant trader penuh.
DSI dirancang berperan sebagai platform pengawasan berbasis data, dengan fungsi pemantauan melalui Sistem Informasi Mineral dan Batu Bara (SIMBARA). Peran ini mencakup deteksi anomali, peningkatan pengawasan, serta penegakan standar transparansi, sementara kontrak, hubungan komersial, dan arus ekspor pada dasarnya tetap dipertahankan.
“Yang lebih penting, pemerintah tidak menetapkan harga secara kaku. Mekanisme harga tetap mengikuti acuan harga pasar atau benchmark based pricing, dengan batas toleransi tertentu yang telah ditentukan,” tulis analis Samuel Sekuritas, Juan Harahap dan Fadhlan Banny dalam risetnya.
Revisi Kebijakan Batu Bara dan RKAB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, dilaporkan tengah mempertimbangkan revisi mekanisme harga batu bara terkait domestic market obligation (DMO) untuk PLN. Pemerintah juga berpotensi menaikkan kuota produksi dalam rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB).
Menurut riset tersebut, perkembangan ini mengindikasikan potensi pergeseran kebijakan yang lebih konstruktif bagi emiten batu bara, dengan tetap memprioritaskan ketahanan energi domestik dan meninjau alokasi pasokan batu bara termal untuk PLN.
Dampak Kebijakan pada Emiten Mineral
Bagi emiten mineral, penyesuaian volume produksi RKAB dapat berdampak berbeda bagi pelaku. Perubahan kebijakan lain seperti pembatalan rencana kenaikan royalti dan pembatalan skema gross split dinilai meredakan kekhawatiran terkait potensi disintermediasi paksa, hambatan ekspor, maupun tekanan margin.
Rekomendasi Saham dan Target Harga
Samuel Sekuritas merekomendasikan buy untuk AMMN, BUMI, ANTM, dan TINS dengan target harga masing-masing: AMMN Rp7.000, BUMI Rp300, ANTM Rp4.600, dan TINS Rp5.000.
Berdasarkan harga yang dicatat hingga publikasi riset, potensi cuan terbesar tercatat pada BUMI sebesar 114%, diikuti AMMN 95%, ANTM 56%, dan TINS 45%.
Preferensi Sektor dan Risiko
Samuel Sekuritas menyatakan preferensi untuk sektor batu bara, crude palm oil upstream (CPO-upstream), dan logam dengan rekomendasi overweight, seiring meredanya ketidakpastian kebijakan. Dalam sektor perkebunan, analis lebih bullish terhadap emiten CPO-upstream, sedangkan CPO-downstream dinilai berisiko tertekan oleh kenaikan harga bahan baku.
Sementara itu, pandangan terhadap sektor nikel bersifat netral karena pertumbuhan pasokan domestik dipandang masih lebih cepat dibanding permintaan. Risiko utama yang disorot adalah potensi peningkatan penindakan praktik under-invoicing yang sedang dikejar pemerintah.
Ikuti Berita7
