Berita7 — Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (USD) hingga penutupan perdagangan Selasa, 7 Juli 2026. Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 15.45 WIB di pasar spot exchange, rupiah ditutup menguat 15 poin (0,08%) ke level Rp 17.980 per dolar AS.
Pagi harinya rupiah sempat dibuka menguat 3 poin (0,02%) ke Rp 17.992 per dolar AS. Di pasar global, indeks dolar AS tercatat menguat 0,05% di level 100,9.
Analis Bank Woori Bersaudara Rully Nova mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi oleh faktor domestik, terutama peningkatan cadangan devisa. “Cadangan devisa yang dirilis oleh BI menunjukkan peningkatan menjadi US$ 145,6 miliar pada Juni 2026,” ujarnya.
Rully memproyeksikan rupiah berpotensi lanjut menguat dalam rentang Rp 17.920–Rp 17.970 per dolar AS. Selain cadangan devisa, ia menyoroti penyesuaian anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai memberi harapan pada pengelolaan fiskal.
“Sementara dari faktor global walaupun indeks dolar AS melemah namun pelaku pasar masih hati-hati dalam mengantisipasi rilis notulen meeting The Fed pada Kamis, 9 Juli waktu AS,”
Pasar mata uang global mencatat pergerakan beragam. Poundsterling Inggris mencapai level tertinggi tiga minggu, didorong oleh melemahnya dolar AS setelah berita mundurnya Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson bergema di pasar.
Yen Jepang melemah 0,11% di kisaran 161,91 per dolar AS. Euro turun 0,08% ke level US$ 1,143 per dolar AS, sementara poundsterling diperdagangkan relatif stabil di US$ 1,3950 per dolar AS.
Ikuti Berita7
