Rini Sumarno Wariskan 12 BUMN Bangkrut Kepada Erick Tohir, Ini Daftar Perusahaannya

by -
Rini Sumarno Wariskan 12 BUMN Bangkrut Kepada Erick Tohir, Ini Daftar Perusahaannya
Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) menerima buku laporan lima tahunan Kementerian BUMN dari mantan Menteri BUMN Rini Soemarno, saat serah terima jabatan di Kementerian BUMN. (Foto: Katadata.co.id)

berita7.co.id JAKARTA – Sepeninggal Rini Sumarno, Erick Tohir ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengisi kursi Menteri BUMN tersebut, nyatanya memiliki banyak pekerjaan yang berat. Sebanyak 12 perusahaan yang berada di bawah naungan Kementerian BUMN masih merugi.

Rini Soemarno dianggap orang paling bertanggung jawab atas kerugiaan yang dialami 12 perusahaan plat merah. Rini dianggap gagal dalam membina dan meningkatkan kinerja BUMN selama menjabat sebagai Menteri BUMN periode 2014-2019, sehingga belasan BUMN masih mengalami rugi. Kondisi ini sangat memprihatinkan, karena selama menjabat sebagai Menteri BUMN, Rini belum menunjukkan kinerja baiknya.

Berdasarkan data Biro Riset Infobank, 12 BUMN yang masih mengalami kerugian per akhir 2018 adalah:

1. PT Asuransi Jiwasraya

Perusahaan asuransi plat merah ini mengalami kerugian yang paling besar dibandingkan dengan BUMN lainnya yang merugi. Tercatat, per akhir 2018 Asuransi Jiwasraya merugi Rp15,83 triliun per akhir tahun 2018 bila dibandingkan dengan akhir tahun 2017 yang masih laba sebesar Rp428,58 miliar.

2. PT Krakatau Steel Tbk

PT Krakatau Steel Tbk disebut mengalami kerugian akibat tingginya biaya produksi dibandingkan harga pasar. Adanya hal tersebut perusahaan merugi hingga Rp1,09 triliun per akhir 2018. Dibandingkan tahun sebelumnya, Krakatau Steel merugi Rp1,15 triliun.

3. Perum Bulog

Kinerja yang buruk, membuat Perum Bulog mencatatkan rugi sebesar Rp961,78 miliar di akhir 2018. Padahal pada akhir tahun sebelumnya, perusahaan masih mencatatkan laba yang tercatat sebesar Rp830,98 miliar.

4. PT Dirgantara Indonesia

Perusahaan yang bergerak dibidang pesawat terbang ini, juga mengalami kerugian dalam kinerja keuangannya. Tercatat per akhir 2018 PT Dirgantara Indonesia merugi hingga Rp961,78 miliar dibandingkan dengan akhir tahun sebelumnya yang masih mencatatkan laba sebesar Rp68,16 miliar.

5. PT PAL Indonesia

Perusahaan BUMN ini mengalami kerugian sebesar Rp304,15 miliar pada akhir 2018 lalu. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, perusahaan juga tercatat merugi, namun lebih kecil yakni sebesar Rp45,33 miliar.

6. PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari

Kinerja perusahaan ini juga tercatat masih negatif. Pada akhir 2018 perusahaan mengalami rugi Rp272,87 miliar. Sedangkan pada akhir 2017 lalu, perusahaan sudah mengalami rugi sebesar Rp8,77 miliar.

7. PT Sang Hyang Seri

Perusahaan yang bergerak dibidang perbenihan, sarana produksi pertanian, hasil pertanian, pengelolaan lahan pertanian, penelitian dan pengembangan ini, juga mengalami rugi mencapai Rp182,54 miliar per akhir 2018. Dibandingkan dengan akhir tahun sebelumnya perusahaan masih mencatatkan laba sebesar Rp15,02 miliar.

8. PT Iglas

Perusahaan BUMN ini pada akhir Desember 2018 juga mengalami rugi mencapai Rp84,61 miliar. Sementara pada akhir tahun 2017 perusahaan sudah mengalami rugi sebesar Rp55,45 miliar.

9. PT Pertani

Perusahaan yang bergerak dibidang pertanian ini mengalami rugi sebesar Rp83,07 miliar pada 2018 lalu. Kinerja yang kurang moncer, menyebakan PT Pertani tak mencatatkan laba. Padahal, pada 2017 perusahaan masih mencatatkan laba sebesar Rp25,52 miliar.

10. PT Kertas Kraft Aceh

Perusahaan BUMN ini juga mengalami rugi pada akhir tahun 2018 lau yang tercatat sebesar Rp75,11 miliar per akhir 2018. Perusahaan sudah merugi sejak tahun 2017 yakni sebesar Rp66,42 miliar.

11. PT Varuna Tirta Prakas

Kinerja perusahaan yang kurang baik menyebakan bisnis perusahaan merosot. PT Varuna Tirta Prakas mengalami rugi sebesar Rp6,65 miliar per akhir 2018. Sementara jika dibandingkan dengan akhir tahun 2017 perusahaan juga sudah merugi sebesar Rp6,58 miliar.

12. PT Indofarma Tbk

BUMN yang bergerak dibidang obat-obat ini mengalami rugi sebesar Rp32,73 miliar pada akhir Desember 2018 kemarin. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, rugi Indofarma sudah mengecil yakni dari Rp46,28 miliar.

Semoga dengan ditunjuknya Erik Tohir, persoalan ini bisa teratasi sehingga bisa menjadikan BUMN sebagai entitas bisnis yang bersih dan profesional di pemerintahan jilid kedua Presiden Joko Widodo ini.

Sumber: Infobanknews.com
Editor: Nauffal

No More Posts Available.

No more pages to load.