Rekrut PMI Ilegal, Polisi Amankan Satu WNA Malaysia

by -
Rekrut PMI Ilegal, Polisi Amankan Satu WNA Malaysia
Kabid Humas Polda Kepri dan tersangka WNA Malaysia saat press release terkait Pekerja Migran Indonesia Ilegal di Mapolda Kepri.(Foto: Humas Polda Kepri)

Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri berhasil mengamankan seorang wanita asal Malaysia yang berperan sebagai perekrut sekaligus penjemput PMI pada Rabu (22/01/2020).

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt didampingi Dirreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Kombes Pol Arie Dharmanto menjelaskan, dari hasil penyelidikan oleh Tim Teknis Direktorat Kriminal Umum, yang bersangkutan diamankan karena melakukan pengrekruitmen Pekerja Migran Indonesia melalui media sosial.

“Seorang warga negara Malaysia yang berinisial PR memasang iklan lowongan kerja di media sosial Facebook dengan menawarkan pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia,”ucap Harry saat press release di Mapolda Kepri pada Jum’at (24/01/2020) sore.

Harry menjelaskan bahwa tersangka ini menawarkan pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga melalui media sosial untuk dipekerjakan di Malaysia.

“Jadi jelas, bahwa tersangka ini tidak memiliki perijinan sebagaimana yang dimaksud didalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017, bahwa dalam hal rekrutmen Pekerja Migran Indonesia (PMI) harus berbadan hukum,”ungkapnya.

Adapun korban yang berhasil diselamatkan yaitu dua orang wanita yakni berinisial (N) beralamat di Nagoya dan (P) yang beralamat di Nongsa.

“Tim juga mengamankan barang bukti berupa paspor, tiket dan boarding pass keberangkatan kapal dengan tujuan Batam – Situlang Laut, Malaysia,”tuturnya.

Pelaku dikenakan pasal 81 dan 83 Pasal 13 Undang-Undang RI Nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun atau denda paling banyak 15 Miliar. (B7/01)