Pandemi COVID-19, Per 2 April Kemarin, Kemenag Tutup Pendaftaran Nikah dan Larang Nikah Dirumah

by -
Pandemi COVID-19, Per 2 April Kemarin, Kemenag Tutup Pendaftaran Nikah dan Larang Nikah Dirumah
Kasi Binmas Islam Kemenag Batam, Muhammad Dirham. (Foto: Istimewa)

berita7.co.id BATAM – Terhitung 2 April 2020 kemarin, bagi pasangan yang ingin mendaftatarkan untuk menikah di Kantor Kementrian Agama Batam, maka jadwal pernikahannya akan ditunda.

hal tersebut tertuang dalam surat edaran Nomor : P-003/DJ.111/Hk.OO.7/04/2020, yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, tentang pelaksanaan protokol penanganan Covid- 19 pada area publik di lingkungan Direktorat Jenderal Bimbingan masyarakat Islam Kementrian Agama Repubik Indonesia.

Selain melarang pelaksanaan nikah dirumah, adapun bunyi lainnya permohonan pelaksanaan akad nikah di masa darurat Covid-19 untuk pendaftaran baru tidak dilayani serta meminta masyarakat untuk menunda pelaksanaannya.

“Pelaksanaan akad nikah hanya dilayani bagi calon pengantin yang sudah mendaftarkan diri sebelum tanggal 1 April 2020, jika dia mendaftar tanggal 2 maka pelaksanaannya akan ditunda, ” Ujar Kasi Binmas Islam Kemenag Batam, Muhammad Dirham kepada berita7.co.id, Jumat (03/04/2020).

Kata Dirham lagi, untuk para calon pengantin yang sudah mendaftar sebelum 1 April, akan tetap dilayani pelaksanaannya, namun pelaksanaan nikah harus dilaksanakan di Kantor KUA dengan ketentuan tertentu, sesuai protap penanganan Covid-19.

“Jadi nanti hanya boleh dihadiri oleh penghulu, wali nikah, calon pengantin dan dua orang saksi saja, dan nanti jaraknyapun akan diatur, ” Ujarnya.

Adapun pelarangan pelaksanaan nikah dirumah dan pelaksanaannya harus di KUA, agar dapat mengontrol situasi supaya tidak mengundang keramaian.

“Seperti yang terjadi di Batu Besar beberapa waktu lalu, calon pengantin minta nikah dirumah, namun dibatalkan KUA dan disarankan untuk menikah di Kantor saja, “Ujarnya.

Kata Dirham lagi, penundaan pelaksanaan nikah, nanti akan disesuaikan dengan kondisi darurat yang saat ini tengah terjadi, jika situasi sudah membaik maka pihaknya menunggu arahan selanjutnya dari pusat, apakah pelaksaan nikah bisa dilksanakan seperti biasa.

“Untuk sementara, penundaan pelaksanaan nikah hingga 21 April mendatang, tapi tentunya kami akan mengikuti dan menunggu arahan pusat, ” Jelasnya. (Agung Dedi Lazuardi)