Mengapa Orang Melompat Dari Jembatan Barelang? Ini Jawabannya!

by -
Mengapa Orang Melompat Dari Jembatan Barelang? Ini Jawabannya!
Jembatan Barelang. (Foto: Ken/berita7)

berita7.co.id, BATAM – Akhir-akhir ini media Batam sering dihiasi berita orang melompat dari jembatan Barelang. Naasnya, korban yang melompat tak pernah selamat. Bahkan jasadnya ditemukan cukup jauh di pulau sekitar. Ada apa dengan jembatan ikon Batam ini?

Guru Supranatural Batam, Arif Wijaya Kusuma atau yang sering disapa Ki Rogo Sejati mengatakan, dilihat dari kacamata spritual, beberapa titik di jembatan Barelang, merupakan tempat hunian bangsa jin.

“Ada dua kerajaan gaib atau gerbang gaib, yakni jin penguasa tanah tepatnya di seputaran hutan sebelah kanan dan di sebelah laut di bawah jembatan Barelang,” ujar Ki Rogo, Rabu (23/10/2019).

Lanjut Ki Rogo Sejati, biasanya ketika sering terjadinya peristiwa-peristiwa bunuh diri itu disebabkan karena pikiran mereka dipengaruhi atau dirasuki oleh makhluk astral, untuk melakukan aksi bunuh diri.

“Sebetulnya tujuan utama mereka datang ke jembatan Barelang, awalnya bukan untuk mengakhiri hidup untuk bunuh diri. Lantaran bawaan stress dari rumah, dari dalam dirinya, terus pergi ke Barelang untuk menenangkan pikiran melihat view suasana alam disana. Tapi karena pengaruh energi spiritual yang ada disana, mendorong untuk berbuat hal negatif, pada akhirnya melompat dari jembatan Barelang,” jelas Ki Rogo.

Kata Ki Rogo, pengaruh energi spiritual dan supranatural yang ada di Jembatan Barelang, memang sangat kental.

“Saran saya, ketika datang ke suatu tempat yang belum kita ketahui baik-buruknya, alangkah bagusnya kita berdoa dulu minta keselamatan agar tidak berimbas oleh godaan-godaan jin, yang akhirnya membawa untuk melakukan tindakan nekad dan putus asa,” ujarnya.

Mengapa Orang Melompat Dari Jembatan Barelang? Ini Jawabannya!
Ki Rogo Sejati. (Foto: Ist)

Diberitakan sebelumnya Juandi Saragih (33), terjun dari atas Jembatan satu Barelang, Senin (14/10/2019) sekitar pukul 13.00 WIB. Sampai saat ini jasadnya belum ditemukan.

Tim gabungan Search and Rescue (SAR), bersama tim Basarnas, Polair Polresta Barelang, Bakamla, dan tim dari Polsek Batuaji sudah berupaya untuk mencari jasad diduga waria tersebut.

Setelah beberapa hari, akhirnya Tim SAR gabungan memutuskan untuk menghentikan pencarian korban.

“Ya, kita sudah melakukan penyisiran, dari laut dekat jembatan 1 dan Jembatan 2 Barelang, dan jasadnya belum ditemukan. Akhirnya kita menghentikan pencarian dikarena cuaca tidak mendukung,” ujar Kasi Operasional Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang, Eko Supriyanto. (Ilham)