Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara – Seorang guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berinisial BS di Kabupaten Kepulauan Talaud mengalami luka-luka serius setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah prajurit TNI Angkatan Laut (AL). Lima oknum prajurit yang diduga terlibat dalam insiden tersebut kini telah diamankan oleh Detasemen Polisi Militer (Denpom) TNI AL untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Penahanan dan Proses Hukum
Dankodaeral VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi menyatakan bahwa para oknum anggota TNI AL yang terlibat langsung dalam pengeroyokan telah diamankan. “Oknum anggota TNI AL yang terlibat langsung telah diamankan oleh Detasemen Polisi Militer TNI Angkatan Laut untuk menjalani pemeriksaan intensif dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar Dery, dilansir dari detikSulsel, Minggu (25/1/2026).
Dery juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas insiden yang mencoreng nama baik institusi TNI AL. Ia menegaskan bahwa TNI AL tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum yang dilakukan oleh prajuritnya. “Aparat gabungan TNI-Polri telah bertindak cepat mengamankan situasi di lokasi kejadian,” imbuhnya.
Evaluasi dan Bantuan Korban
Menyikapi kejadian tersebut, Dery menyampaikan bahwa TNI AL akan melakukan evaluasi serius terhadap sistem pembinaan personel. Tujuannya adalah untuk meningkatkan profesionalisme prajurit dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat dan mencegah terulangnya insiden serupa.
Selain itu, pihak TNI AL juga telah memberikan bantuan pengobatan dan tali asih kepada korban. Korban yang mengalami luka akibat pengeroyokan tersebut telah mendapatkan penanganan awal sebelum dievakuasi ke Rumah Sakit Prof Kandou Manado untuk perawatan medis lanjutan. “Korban mengalami luka akibat kejadian tersebut dan segera mendapatkan penanganan awal sebelum dievakuasi menggunakan kapal Penumpang dari Talaud ke Manado,” jelas Dery.






