Berita

Kriteria Penerima Bansos 2026: Mengenal Desil Kesejahteraan untuk Penyaluran Tepat Sasaran

Advertisement

Pusdatin Kesos merilis kriteria penerima bantuan sosial (bansos) untuk tahun 2026, menekankan pentingnya Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar penentuan. Informasi ini disampaikan melalui unggahan akun Instagram @pusdatinkesos pada 13 Januari 2026.

Penentuan penerima bansos didasarkan pada pemeringkatan tingkat kesejahteraan seluruh penduduk Indonesia dalam DTSEN, yang terbagi dalam sepuluh desil. Desil 1 mewakili 10% kelompok penduduk dengan tingkat kesejahteraan terendah, diikuti oleh desil 2, dan seterusnya hingga desil 10 yang merupakan 10% penduduk paling mampu. Prioritas penyaluran bansos diberikan kepada penerima dari urutan desil yang paling bawah.

Rincian Penerima Bansos Berdasarkan Desil:

  • Program Keluarga Harapan (PKH): Diprioritaskan untuk penerima dari Desil 1-4, dengan kuota 10 juta keluarga. Namun, tidak semua yang masuk dalam desil ini otomatis menerima PKH; prioritas tetap pada desil yang lebih rendah.
  • Bansos Sembako: Sasaran penerima adalah dari Desil 1-5, dengan kuota 18,2 juta keluarga. Sama seperti PKH, prioritas diberikan pada desil terbawah dalam rentang tersebut.
  • Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN): Ditujukan untuk Desil 1-5, dengan kuota 96,8 juta jiwa. Penyaluran bantuan ini juga memprioritaskan penerima dari desil yang paling rentan.

Pusdatin Kesos mencatat bahwa DTSEN terus diperbarui untuk meningkatkan akurasi data. Keterbatasan kuota penerima bansos menjadi pertimbangan, sehingga tidak semua penerima di desil 1-4 dapat terjangkau. Penetapan rentang desil yang “lebar” juga mempertimbangkan potensi inclusion dan exclusion error yang masih tinggi. Ke depannya, penggunaan desil akan disesuaikan secara bertahap, dengan target PKH untuk Desil 1, Sembako untuk Desil 1-2, dan PBI untuk Desil 1-4.

Apa itu Desil?

Advertisement

Desil adalah pengelompokan tingkat kesejahteraan keluarga, di mana Desil 1 menunjukkan kondisi paling tidak mampu dan Desil 10 paling sejahtera. Penentuan desil didasarkan pada berbagai variabel, meliputi:

  • Aset yang dimiliki
  • Kondisi rumah
  • Tingkat pendidikan dan pekerjaan anggota keluarga
  • Jumlah anggota keluarga

Keluarga dengan aset yang lebih banyak, kondisi rumah yang baik, tingkat pendidikan dan pekerjaan yang layak, serta jumlah anggota keluarga yang lebih sedikit cenderung dikategorikan sebagai keluarga sejahtera. Sebaliknya, minimnya aset, kondisi rumah yang buruk, tingkat pendidikan rendah, dan banyaknya anggota keluarga mengindikasikan kelompok yang tidak mampu.

Masyarakat dapat mengusulkan perubahan desil, namun perlu diingat bahwa status desil bisa naik, turun, atau tetap. Pemberian jawaban yang jujur saat pengusulan perubahan desil sangat penting demi ketepatan sasaran penyaluran bansos.

Advertisement