Korban Penganiayaan dan Pengrusakan Rumah, Kembali Datangi Polsek Bengkong

by -
Korban Penganiayaan dan Pengrusakan Rumah, Kembali Datangi Polsek Bengkong
Pengrusakan rumah di daerah sei nayon. (Foto: Ilham)

berita7.co.id, BATAM – Hasanuddin Hutabarat korban penganiayaan kembali mendatangi Polsek Bengkong, pada Rabu sore (9/10/2019). Kedatangannya ke Polsek Bengkong, untuk mempertanyakan perkembangan kasus yang sudah dilaporkan sejak minggu lalu.

Ia datang tak sendiri melainkan ditemani kuasa hukumnya Rahman beserta kerabat lainnya.

Kuasa Hukum Hasanuddin, Rahman mengatakan, kliennya Hasanuddin dan Rusli mengalami penganiayaan dan pengrusakan rumah pada Sabtu 5 Oktober lalu dirumahnya yang berlokasi di Kavling Sei Nayon, Bengkong sekira pukul 11.00 siang WIB.

“Kami meminta kepada penegak hukum terkhusus Polsek Bengkong agar cepat menanggapi kasus yang menimpa kliennya tersebut,” ujarnya.

Rahman melanjutkan, pihak Polsek Bengkong harus benar-benar lebih cermat dalam mengambil tindakan hukum secara preventif, untuk mencegah atau mengurangi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dimasa mendatang.

“Menurut saya, Dua alat bukti itu sudah cukup untuk dilakukannya penangkapan terhadap pelaku penganiayaan,” ujarnya.

Dalam hal ini melalui kuasa hukumnya Rahman, menjelaskan untuk masalah pengrusakan rumah, dokumen-dokumen yang diterbitkan itu diduga palsu. Kepada pihak penegak hukum Polsek Bengkong agar untuk memproses Hendra, Ketua RT 05 (Pardi) dan Andrianus Tarigan.

“Biang keroknya adalah Hendra, gara-gara surat yang tidak jelas dan mengunakan surat tersebut sebagai legalitas tanah miliknya, dalam hal ini klien kami mengalami kerugian material yang jumlahnya hingga Rp 80 juta,” jelasnya.

Arifin selaku Adik dari Rusli yang mengalami pengrusakan rumah milik abangnya, merasa kecewa dengan tindakan Polsek Bengkong yang menurutnya, sangat lambat menanggapi kasus ini.

“Saya Meminta kasus ini agar ditindak lanjuti secepatnya, siapa yang salah dalam kejadian ini,” tegasnya.

Kanit Reskrim Polsek Bengkong, Iptu Ikhtiar Nazara mengatakan, guna menindak lanjuti kedatangan rombongan korban, Polsek Bengkong langsung turun kelokasi, untuk melakukan rekonstruksi agar titik permasalahan bisa segera ditindak lanjuti.

“Agar kami tidak salah dalam bertindak, rekontruksi di TKP harus kami lalukan,” ujar Nazara.

Lanjut Nazara, Polsek Bengkong akan serius menindak lanjuti, sebagai pelayanan masyarakat. kata dia tentunya polisi harus segera merespon semua laporan masyarakat yang masuk, namun perkara yang dilaporkan harus dilengkapi dengan kronologis yang jelas.

“Semua laporan pasti kami tangani, tapi untuk kasus ini laporannya baru masuk,” tutupnya. (Ilham)