Bandung Barat – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bandung Barat (KBB), Tuti Turimayanti, meninjau langsung lokasi bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, pada Sabtu (24/1/2026). Kunjungan ini tidak hanya untuk melihat kondisi terkini, tetapi juga untuk menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak.
Bantuan Logistik Diserahkan
Bersama jajarannya, Tuti Turimayanti hadir untuk membantu korban longsor sekaligus memantau kondisi wilayah pasca-kejadian. DPC PDIP KBB menyalurkan sejumlah bantuan logistik yang sangat dibutuhkan oleh para pengungsi, meliputi kasur lipat, handuk, pakaian, selimut, pampers, dan pembalut.
“Kami turut berduka cita atas bencana longsor desa Pasirlangu, semoga evakuasi korban dilancarkan dan dipermudah,” ungkap Tuti dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (25/1/2026).
Himbauan Kesiapsiagaan Bencana
Dalam kunjungannya, Tuti juga menyampaikan pesan penting kepada masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Kabupaten Bandung Barat, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana. Ia menekankan pentingnya mitigasi bencana di daerah rawan.
“Di tengah-tengah cuaca ekstrem, saya menghimbau kepada Pemda KBB untuk memitigasi daerah rawan bencana. Hal ini penting untuk meminimalisir adanya korban ketika terjadi bencana alam,” terangnya.
Kronologi dan Dampak Longsor
Bencana longsor yang disertai aliran air deras ini melanda Kampung Babakan RT 05 RW 11, Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat, pada Sabtu (24/1) dini hari. Material tanah bercampur air yang berasal dari lereng Gunung Burangrang menerjang permukiman warga.
Berdasarkan data terkini pada Minggu (25/1), bencana tersebut berdampak pada 37 Kepala Keluarga (KK) dengan total 114 warga terdampak. Sebanyak 11 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 23 korban selamat telah berhasil dievakuasi dan kini ditampung di pengungsian. Masih ada 79 orang yang diduga tertimbun material longsor.
Para korban saat ini ditampung sementara di Kantor Desa Pasir Langu untuk menerima bantuan logistik dan perawatan medis yang memadai.






