Berita

KemenImigras Cek Dapur Lapas Bengkulu, Puji Kebersihan dan Kualitas Makanan Napi

Advertisement

Bengkulu – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (KemenImigras) melakukan inspeksi mendalam terhadap dapur Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu. Langkah ini diambil untuk memastikan hak dasar narapidana (napi) terpenuhi secara layak, khususnya terkait kualitas layanan konsumsi.

Kualitas Dapur Lapas Bengkulu Dipuji

Dalam peninjauan yang berlangsung pada Rabu, 24 Desember 2025, perwakilan KemenImigras meninjau langsung ruang dapur dan seluruh fasilitas pendukungnya. Kebersihan, kerapian, serta kualitas menu makanan yang disajikan mendapat apresiasi positif.

“Dari berbagai daerah yang telah saya kunjungi, dapur di Lapas Bengkulu ini merupakan salah satu yang paling baik. Penataannya rapi, bersih, dan menunjukkan komitmen kuat terhadap pemenuhan hak dasar warga binaan,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Publik KemenImigras, M. Akbar Hadi Prabowo, dalam keterangan resminya pada Rabu (7/1/2026).

Dapur Lapas Kelas IIA Bengkulu sendiri dikenal dengan nama Dapur Elok, yang menekankan pada aspek kesehatan dan kelayakan penyajian. Penggunaan wadah neon box, tata kelola yang baik, dan kerapian area dapur menjadi poin penting yang diperhatikan.

Perluasan Layanan dan Program Strategis

Selain dapur, Akbar Hadi juga mengecek fasilitas Klinik Pratama Lapas Kelas IIA Bengkulu. Ia mendorong peningkatan kualitas pelayanan medis bagi para napi setelah berdialog dengan petugas kesehatan di lokasi.

Advertisement

Dalam kesempatan tersebut, Akbar Hadi turut menyinggung program strategis nasional, yaitu 15 Program Aksi KemenImigras untuk tahun 2026. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas seksi untuk mewujudkan program-program tersebut secara optimal.

Kepada Seksi Kegiatan Kerja Lapas Bengkulu, Akbar Hadi berpesan agar hasil panen warga binaan, seperti sayur-mayur, ikan, dan telur dari program Ketahanan Pangan, dapat tersalurkan melalui kerja sama dengan pihak penyedia bahan makanan (bama). “Langkah ini sejalan dengan upaya mendukung program Ketahanan Pangan, sekaligus memperkuat pembinaan kemandirian dan produktivitas warga binaan pemasyarakatan,” pungkasnya.

Dua Poin Program Aksi KemenImigras 2026

Agenda pengecekan dapur lapas dan penekanan soal ketahanan pangan ini sejalan dengan dua poin dalam 15 program aksi KemenImigras 2026, yaitu pada program aksi poin 8 dan 9.

15 Program Aksi KemenImigras 2026:

  • 1. Penguatan layanan keimigrasian berbasis digital.
  • 2. Penguatan pemeriksaan keimigrasian di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI).
  • 3. Penyederhanaan regulasi visa dan izin tinggal investor.
  • 4. Penyuluhan hukum keimigrasian oleh Petugas Imigrasi Pembina Desa (Pimpasa) untuk pencegahan TPPO dan TPPM.
  • 5. Pemenuhan sarana dan prasarana pos lintas batas tradisional dan pos imigrasi lainnya serta penambahan autogate di TPI bandara, TPI pelabuhan laut, dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN).
  • 6. Memberantas peredaran narkoba dan pelaku penipuan dengan berbagai modus di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan).
  • 7. Mengatasi permasalahan overcapacity dan overcrowding dengan solusi yang komprehensif.
  • 8. Kemandirian pangan melalui program pertanian, perikanan, dan peternakan di Lapas dan Rutan dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur (idle).
  • 9. Pembangunan dapur sehat di Lapas dan/atau Rutan dengan memberdayakan Warga Binaan yang tersertifikasi untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis.
  • 10. Pemasaran produk hasil karya Warga Binaan melalui koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
  • 11. Pendidikan kesetaraan bagi Narapidana dan anak binaan.
  • 12. Efisiensi energi melalui Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan penggunaan solar cell dan bio gas untuk daerah 3T dan perbatasan.
  • 13. Layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan bakti sosial bagi masyarakat di sekitar unit pelaksana teknis imigrasi dan pemasyarakatan.
  • 14. Fasilitasi Rumah ASN Kementerian Imigras.
  • 15. Peningkatan kompetensi SDM melalui penyelenggaraan Massive Open Online Course (MOOC) dan pendidikan vokasi Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Advertisement