Isdianto: Pertamina Jamin Tak Akan Ada Kelangkaan BBM di Batam

by -
Isdianto: Pertamina Jamin Tak Akan Ada Kelangkaan BBM di Batam
Plt Gubernur Kepulauan Riau Isdianto saat dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara. (Foto: Suara Media/berita7)

berita 7.co.id BATAM – Plt Gubernur Kepri, Isdianto menegaskan tujuan kunjungannya ke depo Pertamina Kabil untuk meyakinkan masyarakat menanyakan secara langsung tentang persoalan kelangkaan BBM di laut yang menyebabkan berhentinya beroperasi kapal penyeberangan.

“Saya tanya ke Pertamina dan memberikan garansi dan jaminan, mulai hari ini (kemarin) hingga akhir tahun nanti, pasokan untuk BBM aman dan terjamin. Begitu juga untuk pelayaran juga saya jamin aman, tak akan ada lagi kelangkaan pasokan BBM,” tegasnya.

Isdianto meminta seluruh OPD di Pemprov Kepri maupun Pertaminan untuk lebih intens melakukan koordinasi dan komunikasi.

“Saya mau yang kemarin kapal tak bisa berlayar karena tak ada minyak, bisa jadi pembelajaran supaya tentunya ke depan tak lagi terjadi kelangkaan BBM yang mengakibatkan transportasi atau penyeberangan laut terhenti. Dengan datang ke sini, saya jadi tahu sekarang di mana letak kelemahannya. Makanya baik ke OPD dan Pertamina terus lakukan komunikasi yang intens,” tegasnya mengakhiri.

Sementara Sales Area Manajer Pertamina Kepri, Awan Raharjo menegaskan pihaknya menjamin tak akan ada lagi kelangkaan stok BBM baik di laut maupun di darat hingga akhir tahun nanti. Hal tersebut ditegaskannya di hadapan Plt Gubernur Kepri, Isdianto saat berkunjung ke depo Pertamina Kabil, Jumat (6/12) siang.

“Sebetulnya yang habis itu bukan stok BBM nya terkait tak jalannya beberapa kapal penyeberangan dari Batam ke Tanjungpinang. Seperti di depo Kabil, Terminal BBM (TBBM) Kabil dan TBBM Kijang yang kemarin mungkin beberapa kapal agen pelayaran tidak bisa mengisi BBM. Kalau stok kami jamin aman karena rata-rata stok kami Pertamina di atas lima hari ketahanannya,” ujarnya.

Karena aturan main di Pertamina, lanjut Awan, stok akan dijaga minimal sampai tiga hari ketahanan stoknya. Jadi ketika stok akan mendekati tiga hari, tangker pasti masuk melakukan suplai.

“Jadi permasalahan kemarin, kapal tak bisa berlayar bukan karena stoknya, tapi karena kuota BBM yang diberikan langsung oleh BPH Migas ke agen-agen pelayaran sudah habis, tak bertahan hingga akhir tahun,” terangnya.

Sebenarnya untuk penambahan kuota BBM ke agen-agen pelayaran itu bukan domainnya Pertamina. Tetapi dengan didukung pemerintah daerah yang sudah membuatkan surat ke BPH migas, meminta penambahan kuota bagi agen-agen pelayaran.

“Atas dasar itulah kami berkoordinsi dengan OPD yang ada di Kepri dan kami sepakat mengeluarkan kebijakan untuk melakukan penyaluran BBM tetap untuk kapal-kapal yang memang kemarin itu terkendala. Ini memang sudah kami juga pastikan dan kami jamin agar jangan sampai ada lagi kendala terkait kelangkaan BBM kedepannya,” tegas Awan. (Barong)