Ini Lhoo Hukumnya Bagi Kapal Yang Putuskan Kabel Bawah Laut Saat Lego Jangkar Sembarangan

by -
Ini Lhoo Hukumnya Bagi Kapal Yang Putuskan Kabel Bawah Laut Saat Lego Jangkar Sembarangan
Sosialisasi Pengamanan SKKL oleh PT Triasmitra (Foto: Tengku Bayu/berita7)

berita7.co.id, BATAM – Bagi awak kapal khususnya nakhoda agar hati-hati saat melakukan lego jangkar di perairan Batam. Bagi kapal yang melakukan lego jangkar sembarangan dan mengenai atau memutuskan kabel bawah laut maka akan dikenakan hukuman serta denda atau ganti rugi miliyaran rupiah.

“Bagi kapal yang melakukan lego jangkar dan mengenai kabel bawah laut hingga putus, ada sanksi pidananya atau kurungan, dan kami juga meminta ganti rugi untuk biaya pemasangan, dan harganya bisa mencapai Rp1 miliaran,” kata CEO/Presiden Direktur Triasmitra Group, Titus Dondi saat Sosialisasi Pengamanan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Wilayah Kepulauan Riau di Swiss-Bell Hotel Harbour Bay Batam, Selasa (15/10/2019).

Kata Titus, bagi kapal yang ingin aman saat lego jangkar di perairan Batam harus mengaktifkan Automatic Identification System (AIS). Hal ini agar pihaknya bisa memandu kapal ke jalur aman untuk menghindari adanya Kabel Bawah Laut. “Kami bisa memonitoring kapal kalau AIS nya aktif, ketika kapalnya melambat sekitar 2 knot, kami bisa menghubungi dan kami arahkan ke tempat yang aman,” ujarnya.

Baca Juga : PT Triasmitra Adakan Sosialisasi SKKL Wilayah Provnsi Kepri

Kata Titus, sejak 2013 hingga saat ini setidaknya 69 kali Kabel Bawah Laut putus di Indonesia. Tapi sambungnya, 40 persennya Kabel Bawah Laut putus berada di peraira Kepri, karena setiap hari setidaknya ada sekitar 5000 kapal melintas di perairan Batam. Kata dia, selain terkena jangkar kapal, putusnya Kabel Bawah Laut juga diakibatkan adanya vandalisme atau pencurian dan juga bencana alam seperti gempa bumi.

“Kami sudah kerjasama dengan instansi terkait, buktinya di Batam pernah aparat menangkap aksi vandalisme ini,” ucapnya.

Akibat putusnya Kabel Bawah Laut sambungnya, yang akan dirugikan ialah semua pihak, misalnya koneksi internet akan lambat. Kata Titus, dua tahun lalu pernah terjadi black out atau Kabel Bawah Laut putuslebih dari satu kabel. “Untuk perbaikan dibutuhkan waktu sekitar 30 hari. Seandainya satu kabel putus, maka akan beralih ke kabel yang lainnya,” ucapnya.(tengku bayu)