Gelar Operasi LPG 3Kg Disebelah Kantor Relawan Rudi, Tuai Kritik Dari Politisi PDI P Hingga Medsos

by -
Gelar Operasi LPG 3Kg Disebelah Kantor Relawan Rudi, Tuai Kritik Dari Politisi PDI P Hingga Medsos
Putra Yustisi Respaty memberikan komentar pedas terhadap operasi LPG 3Kg yang berdekatan dengan posko relawan Rudi. (Foto: Istimewa/FB).

berita7.co.id BATAM – Politisi PDI Perjuangan Putra Yustisi Respaty memberikan komentar pedas mengenai operasi pasar gas elpiji tiga kilogram oleh Pertamina Kepri bersama Diseperindag Kota Batam yang digelar di Batuaji karena berdekatan dengan posko pemenangan kandidat bakal calon kepala daerah.

“Saya melihat lokasi yang ditentukan digelarnya operasi pasar elpiji 3 kg di Batuaji seharusnya tak digelar persis sebelah posko kemenangan salah satu kandidat bakal calon kepala daerah. Apalagi di posko tersebut, terbentang sangat besar poster pasangan bakal calon kepala daerah. Itu sangat tidak etis,” ujar Putra anggota Komisi II DPRD Kota Batam.

Tak hanya komentar Putra, kritikan pun juga terjadi di medsos (facebook). “penguasa, kekuasaan atau pengusaha???, watak jelek dan buruk seorang pemimpin, mempersulit rakyat hampir tak bisa hidup lagi di hari esok demi kepentingan ego.”tulis masyarakat di facebook.

“KESENJANGAN gas ini untuk menarik perhatian ketika dilakukan operasi pasar gas di setiap rumah pemenangan pilkada 2020 nanti dan menjadikan OPD sebagai elektabilitas.”lanjut tulisnya.

Gelar Operasi LPG 3Kg Disebelah Kantor Relawan Rudi, Tuai Kritik Dari Politisi PDI P Hingga Medsos
Cuitan salah seorang netizen di facebook. (Foto: Istimewa/FB)

Sebenarnya tujuan utamanya operasi pasar elpiji 3 kg, lanjut Putra, sangat membantu masyarakat miskin untuk mendapatkan elpiji subsidi. Namun, seharusnya operasi pasar ini digelar di tempat umum, bukan di tempat yang bersebelahan dengan salah satu kantor relawan kandidat bakal calon kepala daerah.

“Kalau digelar di dekat kantor relawan pemenangan kandidat bakal calon kepala daerah, itu kesannya jadi lain masyarakat menanggapinya kelangkaan elpiji dijadikan komoditi bahan politik kampanye oleh bakal calon kepala daerah,” terangnya.

Putra meminta kepada Pertamina dan Disperindag Batam agar dalam menggelar operasi pasar elpiji 3 kg menghindari adanya pemanfaatan dari kelangkaan elpiji 3 kg dijadikan komoditi kampanye politik.

“Kalau operasi pasar, ya digelarlah di tempat umum yang benar. Jangan seakan-akan kelangkaan tersebut justru dijadikan komoditi politik untuk mendongkrak popularitas. Jangan memancing di air keruh untuk mendulang simpatik,” tegasnya.

Sementara Kepala Disperindag Batam, Gustian Riau saat dihubungi ponselnya tak diangkat. Pesan singkat yang dikirim melalui Whatsapp pun belum dibalasnya. (barong)