Gas Melon Langka, Udin P Sihaloho: Karena Distribusi Dari Pertamina Ke Bawah Itu Lambat

by -
Gas Melon Langka, Udin P Sihaloho: Karena Distribusi Dari Pertamina Ke Bawah Itu Lambat
Udin P Sihaloho. (Foto: dok. Kilas7)

berita7.co.id BATAM – Pertamina Kepulauan Riau dan Disperindag Kota Batam menanggapi kelangkaan elpiji tiga kilogram. Hal ini terjadi dikarenakan adanya pendistribusian yang tak tepat sasaran.

Anggota Komisi II DPRD Batam, Udin P Sihaloho, membenarkan hal tersebut. Menurutnya isu yang beredar, kelangkaan gas melon itu memang sengaja dihembuskan ke masyarakat oleh oknum tertentu agar mendapatkan tambahan kuota dari Pertamina, ditegaskan Udin itu mustahil dan tak akan mungkin ada yang nekat untuk itu.

“Saya yakin kelangkaan elpiji 3 kg itu murni disebabkan pendistribusian yang lambat saja dari Pertamina ke agen serta turun ke bawah yakni pangkalan. Hal itu sudah mulai terobati dalam beberapa hari belakangan ini dibantu operasi pasar oleh Pertamina dan Disperindag Batam,” ujarnya, Kamis (21/11) pagi.

Karena, lanjutnya, kalaupun memang benar terjadi kelangkaan yang masih dan signifikan akan elpiji 3 kg di Batam, logikanya yang namanya ada operasi pasar, harusnya sebentar saja digelar pasti sudah ludes terjual.

“Ini di lapangan faktanya operasi pasar justru tak laku, sepi peminatnya. Makanya saya pun heran, dikatakan langka terus langkanya dimananya. Saya yakin terjadi kelangkaan sesaat karena pendistribusian dari Pertamina ini agak tersendat ke agen serta pangkalan,” katanya.

Jika masyarakat menemui kendala di lapangan, seperti ada indikasi permainan dari pihak pangkalan agar melapor ke Pertamina, Agen ataupun Disperindag langsung dengan bukti yang kuat.

Tim pengawasan juga masih terus mengawasi, tapi jika masyarakat melihat atau mengetahui adanya kesalahan dalam penyaluran boleh melapor dengan bukti yang kuat. Kami akan tindak tegas bagi pangkalan. (Barong)