Efek Dari Kenaikan Iuran, Peserta BPJS Kesehatan Mandiri Pilih ‘Turun Kelas’

by -
Efek Dari Kenaikan Iuran,  Peserta BPJS Kesehatan Mandiri Pilih 'Turun Kelas'
Suasana pelayanan di kantor BPJS Kesehatan Batam Centre. (Foto: Agung Dedi Lazuardi)

berita7.co.id, BATAM – Kenaikan iuran BPJS Kesehatan sebesar 100% memberikan memberikan efek pada peserta BPJS mandiri yang memilih untuk ‘turun kelas’ yang lebih rendah.

Seperti diketahui kenaikan iuran BPJS terangkum dalam Pasal 34 Perpres Nomor 75 Tahun 2019,yang menjelaskan bahwa besaran iuran yang harus dibayarkan sebesar Rp 42.000/bulan untuk kelas III, sebesar Rp 110.000/bulan untuk kelas II, dan sebesar Rp 160.000/bulan untuk kelas I.

Adapun penyesuaian iuran ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas dan kesinambungan program jaminan kesehatan.

Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Batam, Maucensia Septrina pada Kamis (12/12/2019) mengatakan, penurunan ini terlihat dari presentase kepesertaan BPJS Kesehatan Cabang Batam yang mengajukan penurunan kelas dari kelas I dan II ke kelas III.

“Penurunan kelas untuk peserta mandiri, turun hingga 0,1 persen dari total jumlah peserta yang ada di Batam. Hal ini, berdasarkan data yang masuk ke kita pada November hingga Desember,” jelasnya.

Lanjutnya, penurunan itu dipicu atas dua faktor, yang pertama karena naikannya iuran BPJS dan fakor lainnya adalah menurunnya ekonomi keluarga, sehingga memutuskan untuk turun kelas yang dibantu dengan bantuan pemerintah.

“Gak hanya karena iuran naik, misalnya ada juga peserta yang mengalami PHK dan mau gak mau dia berinisiatif untuk turun kelas,” Ucapnya.

Meski demikian, terjadinya perpindahan kelas, pihakny memastikan tidak ada perubahan dan pelayanan, yang berbeda hanya pada ruang rawat inap untuk peserta. Sementara untuk pelayanan lainnya seperti obat serta perawatan tak berubah.

” Tidak ada perubahan dalam hal pelayanan terkait turun kelas ini. Hanya saja, yang membedakan pada ruang rawat inap saja,” terangnya.

Menurutnya keinginan untuk menurunkan kelas pelayanan kesehatan adalah hak dari setiap warga dan tidak bisa dilarang. Alasannya bisa saja setiap orang berbeda-beda.

Pihaknya pasti akan membantu proses penurunan kelas bagi para peserta BPJS Kesehatan. Asalkan mereka datang ke Kantor BPJS terdekat dan mengajukan penurunan kelas.

“Untuk mengajukan perubahan kelas, misalnya turun dari kelas I ke kelas II dan kelas II ke kelas III itu baru bisa dilakukan jika yang bersangkutan sudah terdaftar sebagai peserta minimal satu tahun,” ujar dia.

Sebagaimana diketahui, jumlah peserta BPJS Kesehatan Cabang Batam diketahui mencapai 1.015.034 peserta. Dari jumlah tersebut, diantaranya terdiri dari 35.394 PNS, TNI dan Polri 11.373 orang, Pejabat Negara 362 orang, dan 483.605 peserta dari pegawai swasta. (Agung Dedi Lazuardi)