DPRD Batam Minta Proyek Pollux Habibie Dihentikan Sementara Waktu

by -
DPRD Batam Minta Proyek Pollux Habibie Dihentikan Sementara Waktu
Suasana RDP komisi III DPRD Batam dengan Manajemen Pollux dan warga perumahan Citra Batam di kantor DPRD Batam. (Foto: Agung Dedi Lazuardi/berita7)

berita7.co.id, BATAM – Warga Perumahan Citra Batam, menuntut manajemem Pollux agar bisa memberikan jaminan keselamatan bagi warga yang tinggal disekitar mega proyek Maestertard yang beberapa waktu lalu terjadi insiden robohnya pagar pembatas dan berimbas ke warga.

Hal tersebut disampaikan oleh tokoh masyarakar setempat Edi pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi III DPRF Batam, Senin (10/02/2020). Edi mengatakan selama proses pembangunan, pihak kontraktor juga diminta agar bisa mempertanggungjawabkan bila terjadi sesuatu seperti beberapa waktu lal, Edi juga meminta agar pihak proyek bisa memberikan kenyamanan bagi warga sekitar.

“Kami meminta membongkar dan membangun ulang dinding pembatas. Bangun layak dan sesuai konstruksi, “Ujar Edi.

Sementara itu, anggota komisi III DPRD Kota Batam Arlon Veristo mengatakan, meskipun robohnya pagar pembatas yang berdampak ke warga, namun pembangunan Pollux tetap harus diberikan apresiasi karena dengan berdirinya 7 tower, tentunya akan berimbas kepada peningkatan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi di Batam.

“Sekarang fokus kita adalah, kalau kurang kuat itu yang harus dikuatkan. Kalau kita sepakat, kita benahi mana yang dulu dibenahi. Kontraktor adalah PP kontraktor yang sudah teruji. Bagaimana kedepan perumahan dan kontraktor bisa bersinergi,” ucap Arlon.

Berbeda dengan Arlon, Thomas Arihta Sembiring mengatakan, tidak setuju jika peristiwa beberapa waktu lalu disebut force majeure. Karena menurutnya hingga saat ini di Batam belum ada curah hujan yang ekstrim

“Komisi III akan membentuk tim investigasi untuk menelusuri pembangunan Pollux Habibie, curah hujan nggak ekstrim. Ini mistechnical accident,” tegas politisi PDI Perjuangan itu.

Memang sebelumnya manajemen beralasan proyek dinding yang rubuh itu yang mengerjakan adalah kontraktor.

“Kita tak kenal kontraktor tapi kita tahunya Pollux Habibie. Kontraktor hanya membuat kontrak dengan Pollux Habibie,”timpal Thomas. 

Sementara itu, Direktur Pollux Habibie International Saraswati mengatakan, Pembangunan proyek-proyek dengan aspek keselamatan, merupakan komiten perusahaan, dan puing-puing runtuhnya pagar menurutnya hingga saat ini sudah bersih, agar keadaan warga seperti sediakala.

“Kami sudah melakukan upaya membersihkan jalan 2×24 jam dan penggantian sudah dilakukan untuk sagu hati akan dibicarakan kembali. Kami juga sudah tanyakan satu persatu warga yang berdampak, Apa yang rusak, sepatu yang kerendam. Kami akan terus menerus buat kenyamanan bagi warga Citra Batam,” ucapnya.

Sementara itu, Werton Pangabean mengatakan, pihaknya meminta agar proyek pembangunan Pollux Habibie dihentikan sebelum ada pernyataan resmi dari manajemen Pollux tentang kerugian yang nantinya akan dihitung oleh tim investigasi, agar tersentuh dan transparan.

“Harusnya Camat dan Lurah hadir, karena bersangkutan langsung dengan masyarakat. Camat dan lurah mediator atas tuntutan masyarakat. Sebelum ada pernyataan dari Pollux, pembangunan di stop. Supaya tidak ada kekhawatiran di masyarakat,” tutupnya. (Agung Dedi Lazuardi)

No More Posts Available.

No more pages to load.