Diduga Gelapkan Aset Perusahaan, Komisaris PT Taindo Citratama Dituntut 2,6 Tahun Penjara

by -
Diduga Gelapkan Aset Perusahaan, Komisaris PT Taindo Citratama Dituntut 2,6 Tahun Penjara
Komisaris PT Taindo Citratama Tahir Ferdian alias Lim Chong Peng saat dipersidangan. (Foto: Barong/berita7)

berita7.co.id, BATAM – Komisaris PT Taindo Citratama Tahir Ferdian alias Lim Chong Peng, diadili lantaran diduga menggelapkan aset perusahaan senilai miliaran rupiah, Kamis (14/11/2019) sore di Pengadilan Negeri Kota Batam.

Tahir memiliki saham sebesar 50 persen di perusahaan yang bergerak di bidang daur ulang plastik di Sekupang Batam.

Terdakwa yang memiliki saham sebesar 50 persen tersebut menjual aset berupa lahan, bangunan dan peralatan produksi. Sehingga PT Taindo Citratama diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp 25,7 miliar.

Baca juga : TNI AL dan BNNP Kepri Musnahkan 50 Kg Sabu

Jaksa penuntum umum Rosmalina menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama 2,6 tahun sebagaimana dakwaan Alternatif kedua JPU.

Tuntutan tersebut didasarkan pada pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan unsur-unsur subjek hukum yang diajukan sebagai pelaku tindak pidana di depan persidangan dalam perkara ini adalah terdakwa Tahir Ferdian yang atas pertanyaan yang diajukan majelis hakim dalam menerangkan identitasnya dan menyebutkan sama di dalam surat dakwaan.

“Sehingga dengan kata lain tidak ditemukan adanya alasan pembenar maupun pemaaf yang dapat menghapuskan kesalahan terdakwa setelah semua unsur dapat dibuktikan. Dengan demikian, unsur barang siapa telah terpenuhi secara sah menurut hukum,” ujar JPU Rosmalina, Kamis (14/11) sore.

Unsur kedua, lanjut Rosmalina, yakni dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain. Terdakwa selaku jabatannya sebagai komisaris tanpa melalui RUPS PT Taindo Citratama, juga memberikan kuasa kepada saksi William yang ditandatangani pada 15 April 2016 oleh terdakwa.

Untuk urusan tersebut di atas, penerima kuasa William berhak untuk menawarkan tanah dan bangunan kepada siapapun.

“Singkatnya melakukan apapun juga yang dianggap baik dan perlu oleh penerima kuasa guna tercapai maksud tersebut di atas, tidak ada suatu tindakan apapun yang dikecualikan. Akan tetapi dengan ketenuan penjualan di atas tersebut, akan dilakukan oleh pemberi kuasa. Dan pemberi kuasa dengan ini menyatakan tidak akan menjual tersebut kepada pihak lain daripada pihak yang telah disetujui oleh penerima kuasa,” terangnya.

Atas pertimbangan itulah JPU menuntut terdakwa Tahir Ferdian terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penggelapan sebagaimana dalam pasal 372 KUH Pidana.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Tahir Ferdian dengan pidana penjara selama 2,6 tahun. Menyatakan barang bukti terlampir dalam surat tuntutan serta menetapkan terdakwa dibebankan membayar biaya perkara persidangan,” ujar JPU Rosmalina membacakan tuntutan terhadap terdakwa Tahir Ferdian.

Sementara untuk penggelapan dalam jabatan pasal 374 KUH Pidana yang didakwakan ke terdakwa sebagai dakwaan alternatif tidak terbukti.

Atas tuntutan tersebut, terdakwa Tahir melalui kuasa hukumnya akan mengajukan nota pembelaan atau pledoi yang akan dibacakan pada persidangan berikutnya. (barong)