Dapat Gerobak Baru Dari Pemkab, Pedagang Sarapan Pagi di Karimun Bahagia dan Bersyukur

by -
Dapat Gerobak Baru Dari Pemkab, Pedagang Sarapan Pagi di Karimun Bahagia dan Bersyukur
Bupati Karimun Aunur Rafiq menyerahkan kunci gerobak kepada pedagang di Coastal Area, Minggu (6/10). (Foto: Doel)
berita7.co.id, KARIMUN – Nasib Sayuti (67) seorang pedagang sarapan pagi,yang kerab mangkal disamping Bank Riau Kepri, Jalan Sungai Lakam Kecamatan Karimun tampak sumringah, pasalnya gerobak yang selama puluhan tahun yang digunakan kini diganti dengan gerobak baru dari Pemkab Karimun.

Sayuti tak menyangka, bahwa dirinya bisa mendapatkan gerobak baru secara gratis. Sayuti bercerita, selama ini hasil jualan yang didapatkan hanya bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari, bahkan sekedar untuk memperbaiki gerobak usangnya pun Sayuti tak mampu.

“Usia gerobak saya itu sudah puluhan tahun, sudah tak layak, banyak yang rusak tapi saya paksakan. Kalau tidak mau berjualan pakai apa, sementara pendapatan pas-pasan, tidak cukup untuk beli atau membuat gerobak baru,” kata Sayuti.

Dengan adanya gerobak baru ini, Sayuti berharap bisa berjualan dengan performa yang lebih baik, bahkan dirinya berniat akan memberikan fasilitas yang lebih bagus.

“Alhamdulillah dapat bantuan gerobak ini saya sangat senang dan bersyukur sekali. Semakin bersemangat mencari rizki,” katanya.

Sayuti sendiri, merupakan satu dari puluhan pedagang lainnya yang menerima bantuan dari Pemerintah Kabupaten Karimun, bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq, Di Coastal Area pada Minggu (6/10/2019).

Tak hanya membagikan 25 gerobak kepada pedagang, Pemkab Karimun juga mebagikam 69 tenda berjualan. Adapun bantuan 25 gerobak itu bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Karimun 2018, yang direalisasikan tahun 2019. Sedangkan 69 tenda bersumber dari Kementerian Perdagangan RI tahun anggaran 2019.

“Gerobak yang kami bagikan hanya bagi pedagang bagi yang gerobaknya memang sudah tak layak pakai, bahkan sudah ada yang mengaku gerobaknya nyaris “sujud”. Sehingga dikhawatirkan mereka tidak bisa lagi berjualan, ” Katanya.