Dahsyatnya Ledakan di Beirut Lebanon Mirip Bom Hiroshima

by -
Dahsyatnya Ledakan di Beirut Lebanon Mirip Bom Hiroshima
Ledakan dahsyat di Beirut Lebanon, Selasa (4/8) sore waktu Lebanon (Foto: Tangkapan layar dari video penduduk)

BEIRUT – berita7.co.id. Ledakan dahsyat mengguncang Kota Beirut, Lebanon pada Selasa (4/8). Kejadian tersebut berlangsung sekitar sore hari sekitar pukul 18.00 waktu Lebanon. Akibat ledakan hebat tersebut, ribuan orang menjadi korban.

Dilaporkan, awalnya hanya 10 orang menjadi korban, kini data sementara menyebutkan korban mencapai 73 orang. Jumlah korban ledakan Beirut, Lebanon dilaporkan terus bertambah. Untuk korban luka-luka sendiri disebutkan mencapai 2.700 orang.

Dilansir berbagai sumber, Rabu (5/8), saksi mata mengatakan sejumlah orang terluka selama ledakan besar yang terjadi di seluruh kota. Penduduk sekitar juga melaporkan langit-langit bangunan runtuh dan menghancurkan kaca di rumah-rumah penduduk dan menyebabkan balkon apartemen runtuh.

Bahkan guncangan efek dari ledakan terasa hingga pulau Siprus, sebuah pulau yang terletak di barat Lebanon, penduduk melaporkan dua ledakan besar terjadi berturut-turut dengan cepat. Salah satu warga di ibu kota Nicosia mengatakan rumahnya berguncang dan daun jendela berderit.

Dugaan awal ledakan besar di Beirut itu disebabkan oleh bahan peledak yang disita bertahun-tahun lalu dan disimpan di pelabuhan kota seperti diungkapkan Kepala Keamanan Umum Abbas Ibrahim.

“Tampaknya ada gudang yang berisi material yang disita bertahun-tahun lalu dan tampaknya itu adalah material yang mudah meledak,” katanya sembari menambahkan akan melakukan penyelidikan mendalam atas peristiwa itu. Pihak otoritas setempat masih mendalami penyebab ledakan yang terjadi di Beirut.

Presiden Michel Aoun mengatakan bahwa 2.750 ton amonium nitrat telah disimpan selama enam tahun di pelabuhan tanpa langkah-langkah keamanan dan mengatakan itu “tidak dapat diterima”.

Ledakan besar yang terjadi di ibu kota Lebanon itu, mengingatkan pada peristiwa bom atom Hiroshima dan Nagasaki di Jepang, saat Perang Dunia II. “Peristiwa ini mirip dengan apa yang terjadi di Nagasi dan Hirosima, Jepang. Dalam hidup saya, belum pernah melihat kehancuran dengan skala besar seperti ini. Ini adalah bencana nasional,” ujar Gubernur Beirut, Marwan Abboud, seperti diberitakan CNN.

Terlihat dari rekaman, ledakan yang beredar di publik melalui media sosial menunjukkan, asap naik dari distrik pelabuhan yang diikuti oleh ledakan besar. Mereka yang merekam apa yang awalnya tampak seperti kobaran api besar kemudian dikejutkan oleh ledakan itu.

Awan merah menggantung di atas kota setelah ledakan ketika tim pemadam kebakaran bergegas ke tempat kejadian untuk mencoba memadamkan api.

Sejumlah besar orang terluka dalam ledakan itu, kata pihak berwenang, dan rekaman video dari tempat kejadian merekam korban luka yang terhuyung-huyung melalui jalan-jalan di ibukota.

Juru bicara PBB Farhan Haq mengatakan kepada wartawan, tidak segera jelas apa penyebabnya, dan bahwa tidak ada indikasi cedera pada personil PBB.

“Kami tidak memiliki informasi tentang apa yang telah terjadi secara tepat, apa yang menyebabkan ini, apakah itu kecelakaan atau tindakan manusia,” katanya. (Ruv)