Buruh Tolak Kenaikan UMP 2020 Sebesar 8,51 Persen

by -
Buruh Tolak Kenaikan UMP 2020 Sebesar 8,51 Persen
Ilustrasi. (Foto: Detik)

berita7.co.id, Jakarta – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2020 yang diputuskan Kementerian Ketenagakerjaan sebesar 8,51 persen. Seharusnya, kenaikan upah minimum tahun 2020 berkisar 10 – 15 persen. 

“Kenaikan upah minimum tahun 2020 berkisar 10 – 15 persen.  Ini berdasarkan perhitungan kebutuhan hidup layak (KHL) yang menurut perhitungannya ada 84 item,” kata Iqbal, Presiden KSPI, dikutip berita7 dari liputan6.

Surat edaran tersebut melanggar UU Ketenagakerjaan. Pasalnya, surat edaran tersebut tidak sesuai dengan keputusan Mahkamah Agung yang memenangkan buruh.

Baca Juga : Tolak Revisi UU Ketenagakerjaan dan Kenaikan Iuran BPJS, Buruh di Karimun Gelar Unjuk Rasa di 3 Titik

Dimana MA menyatakan menolak keputusan Gubernur Jawa Barat, yang membuat keputusan terkait nilai upah minimum padat karya yang nilainya di bawah upah minimum yang berlaku.

Penolakan juga karena kenaikan ini mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015, tentang Pengupahan yang selama ini sudah ditolak buruh Indonesia.

Sebagai langkah tindak lanjut, kata Iqbal, pihaknya akan kembali menemui Presiden Jokowi untuk meminta agar segera membentuk Tim Revisi PP No 78 Tahun 2015 sesuai janji presiden yang disampaikan saat May Day 2019 dan pertemuan dengan KSPSI dan KSPI pada 1 Oktober 2019.

Editor : Omi

No More Posts Available.

No more pages to load.