Berita7 — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada sesi I, Selasa (7/7/2026), seiring kabar positif dari Bank Indonesia (BI) mengenai kondisi cadangan devisa yang tetap kuat.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG tercatat naik 27,46 poin atau 0,46% ke posisi 5.943,53 pada perdagangan pagi hari.
Sentimen Global Dan Perhatian Investor
Meski mayoritas bursa Asia bergerak di zona merah, Pilarmas Investindo Sekuritas menyatakan penguatan IHSG terjadi karena pasar domestik masih mendapat dukungan fundamental. Namun, investor tetap bersikap wait and see sambil memantau perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter global.
Menurut Pilarmas, perhatian pasar saat ini meliputi risiko meningkatnya ketegangan di Eropa Timur usai serangan drone Ukraina yang menarget kilang minyak di Omsk, serta potensi eskalasi gesekan internal NATO menyusul desakan Presiden AS Donald Trump kepada negara anggota untuk menambah anggaran pertahanan.
Pelaku pasar juga menantikan risalah rapat The Fed untuk mencari petunjuk arah kebijakan suku bunga, serta mencermati rilis neraca perdagangan Amerika Serikat.
Ekonomi RI Solid
Di tengah sentimen eksternal tersebut, Pilarmas mencatat dukungan dari sisi domestik. Bank Indonesia melaporkan cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2026 meningkat menjadi US$145,6 miliar, dari US$144,9 miliar pada akhir Mei 2026.
Posisi cadangan devisa itu setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,4 bulan impor plus pembayaran utang luar negeri pemerintah, yang berada jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor, menurut Pilarmas.
“Cadangan devisa yang tetap kuat menjadi penopang penting bagi ketahanan sektor eksternal, menjaga stabilitas makroekonomi, serta memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar keuangan domestik,” tulis Pilarmas.
Pergerakan Saham Dan Rekomendasi
Pada sesi I, saham-saham dengan kenaikan terbesar antara lain:
- LAND
- RODA
- NTBK
- JELI
- UANG
Sementara saham yang mencatat penurunan terdalam adalah COCO, TRUS, LAPD, HATM, dan RMKO.
Memasuki perdagangan sesi II, Pilarmas merekomendasikan strategi buy untuk saham BKSL dengan kisaran support 64 dan resistance 73.
Ikuti Berita7
