Belum Uji Coba, Negara Lain Tertarik Vaksin Covid-19 Buatan Rusia

by -
Belum Uji Coba, Negara Lain Tertarik Vaksin Covid-19 Buatan Rusia

RUSIA – berita7.co.id. Rusia adalah negara pertama yang memberikan persetujuan untuk vaksin COVID-19, meski pengumuman itu menuai tanggapan beragam dari warganet Rusia.

Nama vaksinnya Sputnik V, dikembangkan oleh lembaga penelitian Gamaleya bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan Rusia. Vaksin Ini sangat terbukti melawan adenovirus, flu biasa yang menyerang kekebalan tubuh manusia.

Meski hasil uji coba belum dipublikasikan, Sputnik V diharapkan dapat memberikan kekebalan dari SARS-CoV-2 dan virus penyebab COVID-19.

Menurut badan kesehatan Rusia, vaksin ini diberikan dalam dua dosis, masing-masing membawa antigen S dari virus Corona baru yang memasuki sel manusia dan menghasilkan respon imun.

Ini adalah apa yang disebut vaksin vektor virus, artinya menggunakan virus lain untuk membawa pengkodean DNA dari respon imun yang dibutuhkan ke dalam sel.

Platform yang digunakan untuk vaksin tersebut dikembangkan oleh para ilmuwan Rusia selama 20 tahun dan telah menjadi dasar untuk beberapa vaksin di masa lalu, termasuk yang sukses melawan Ebola.

Sputnik V didasarkan pada teknologi yang mirip dengan prototipe vaksin virus corona yang dikembangkan oleh CanSino, sebuah perusahaan pembuat vaksin China.

Menteri Kesehatan Mikhail Murashko mengatakan uji klinis Sputnik V akan melibatkan ribuan dan akan diproduksi massal Oktober mendatang.

Terkait Sputnik V, WHO mengatakan, Rabu (12/8), pihaknya menantikan untuk uji klinis. Meski demikian, para ilmuwan di Rusia mempertanyakan transparansi program vaksin tersebut. Dikhawatirkan Sputnik V dapat menimbulkan masalah serius, terkait perbedaan DNA manusia Asia dan Eropa. Apapun hasilnya, beberapa negara sangat berminat dengan Sputnik V. (Ruv)