— PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mendapatkan kontrak luar grup dari PT Suku Sejaka Coal (SSC) untuk pekerjaan overburden removal (OB) dan produksi batu bara di Pulau Laut, Kalimantan Selatan. Kesepakatan ini disebut menjadi katalis utama yang mendorong prospek laba bersih dan pergerakan saham DEWA.

BCA Sekuritas mencatat nilai kontrak mencakup OB sebesar 55 juta bcm dan produksi batu bara 5 juta ton, dengan kemungkinan perpanjangan. Broker menyebut pencapaian kontrak di luar Grup Bumi tersebut sebagai langkah penting bagi ekspansi basis pelanggan DEWA.

Proyeksi Produksi dan Kinerja Keuangan

BCA Sekuritas memproyeksikan OB DEWA naik 27% menjadi 205 juta bcm pada 2027, dari estimasi 160 juta bcm pada 2026. Kenaikan volume tersebut diperkirakan mendukung pendapatan yang diestimasi tumbuh 19% menjadi Rp7,9 triliun.

Sejalan dengan itu, laporan riset menyebut laba bersih diperkirakan meningkat 23% menjadi Rp1,1 triliun pada 2027.

Rekomendasi Analis

Atas dasar prospek tersebut, BCA Sekuritas menyematkan rekomendasi buy untuk saham DEWA dengan target harga Rp800 per saham. Target ini dipandang menawarkan potensi kenaikan sekitar 156% dan setara dengan valuasi EV/EBITDA 11,6 kali.

Risiko yang Disorot

BCA Sekuritas juga mengingatkan sejumlah risiko yang dapat memengaruhi realisasi proyeksi, antara lain cuaca yang tak menentu, persetujuan RKAB yang lebih rendah dari perkiraan, pelemahan harga batu bara, serta risiko akses pendanaan dan isu terkait proyek tambang emas Gayo.

“Kontrak ini meningkatkan prospek laba bersih DEWA dalam jangka menengah,” tulis BCA Sekuritas.