Batik 37 Terinspirasi Dari Alam

by -
Batik 37 Terinspirasi Dari Alam
Produk Batik 37 di stand bazaar (Foto : Ruvie)

BATAM – Berita7.co.id. Jika dulu batik dianggap old fashion, khusus orangtua dan abdi negara, kini, batik bagian dari fashionable yang up to date. Apalagi batik bisa dipadu padankan dengan kebutuhan gaya kasual maupun resmi. 

Batik 37, salah satu gerai batik nusantara, yang saat ini membuka stand bazaar di Grand Batam Mall, Penuin. Koleksinya cukup lengkap. Ada batik, kain tenun, songket dan lainnya. “Awalnya hanya menjual bahan kain saja. Setelah melihat animo dari teman-teman bagus, jadi kita lebih sediakan ke ready to wear (baju jadi), bisa juga untuk ready costume. Untuk bahan kita hanya pajangan saja di toko atau di outlet,” kata Debby Soemarwanto, Designer dan Owner Batik 37 kepada berita7.co.id, Jumat (10/7) sore.

Dijelaskan Debby, awal lahirnya Batik 37 bermula di Yogyakarta dan merambah hingga Semarang. “Untuk outlet counter berada di Batam. Galeri di Yogyakarta akan segera dibuka tahun depan,” ungkap Debby. Saat ini, sudah banyak artis-artis yang menggunakan produk Batik 37, mulai dari Najwa Shihab, Indy Barend, Tara Budiman, Astrid, Mikha Tambayong dan artis lainnya.

Dikatakan Debby, nama Batik 37 itu memiliki filosofi tersendiri bagi Debby Soemarwanto. “Kenapa Batik 37? Karena saya anak ketiga dan angka 7 merupakan angka yang bagus banget dalam agama Islam,” kata Debby Soemarwanto.

Dijelaskannya, pengerjaan batik menggunakan teknik cap dengan minimal tiga kali proses pengerjaan. Dalam waktu tiga hari bisa produksi 50 bahan. Proses produksi dilakukan di Yogyakarta. Batik 37 memiliki total 15 karyawan termasuk pengrajin.

Batik 37 Terinspirasi Dari Alam
Designer dan Owner Batik 37 Debby Soemarwanto

Debby Soemarwanto memiliki hobi Travelling, backpacker ke daerah-daerah dan hutan karena dia menyukai alam. Tiap mengunjungi daerah-daerah biasanya orang-orang membeli oleh-oleh seperti makanan. Nah, Debby sendiri dia membeli kain khas daerah tempat dia kunjungi. “Kain yang saya bawa itu saya buatkan pola kemudian saya serahkan ke tukang jahit, jadi terinspirasi dari alam”. Kata Debby.

Debby mengatakan, Batik 37 mempunyai program event. Dalam satu tahun ada 4 kali event untuk pertiga bulan.  “Tujuannya untuk mengenalkan kepada anak-anak muda tentang kain khas Indonesia itu banyak jenisnya. Jangan sampai terjadi pengklaiman dari negara lain,” jelasnya. Untuk harga batik produk Batik 37, Debby mematok kisaran harga dari Rp400 Ribu – Rp3 Juta rupiah. Hebatnya lagi, penjualan Batik 37 sudah tembus ke Jerman, Australia, Amerika, dan Singapura. Sebuah prestasi anak bangsa yang layak dibanggakan. (ruv)